Tagged: mitsubishi

Xpander Pakai Mesin Jadul

Tangerang – Mitsubishi Xpander mencuri perhatian publik otomotif Tanah Air. Tak ayal lagi, booth Mitsubishi di GIIAS yang memajang Xpander diserbu calon konsumen.

Tak bisa dimungkiri, desain mobil ini sangat menawan, mulai dari depan, belakang, hingga samping. Aura sport utility vehicle terpancar dari Xpander, yang sebenarnya adalah kendaraan multiguna bawah (multipurpose vehicle/MPV). Jadi, wajar saja jika mobil ini sebut Baby Pajero Sport. Dimensi mobil melampaui para rival. Demikian pula dengan ground clearance, meski hanya berlaku untuk tipe tertinggi Ultimate.

Sayang, semua keunggulan itu tak ditopang oleh mesin baru. Faktanya, Xpander menggunakan mesin bensin berkode 4A91, anak dari mesin 4A9 , yang mulai diproduksi pada 2004. Mesin ini sudah digunakan oleh Colt, Lancer, Haima 2, Soueast v3, Yema T70 SUV, dan Soueast DX3.

4A91 adalah mesin DOHC 16 katup, 1.499 cc, dengan tenaga 109 hp/6.000 rpm dan torsi 145 nm/4.000 rpm. Rasio kompresinya 10,5:1. (snx)

Analis: Astra Bakal Pecundangi Mitsubishi XM dan Wuling

112140_avanza

Jakarta, autokritik – Beberapa pemain baru bakal masuk pasar MPV tujuh penumpang, seperti Wuling dan Mitsubishi XM, tahun depan. Namun, RHB Securities, broker saham Malaysia, menilai dua mobil itu bulan lawan Grup AStra.

RHB menganggap, butuh waktu bagi dua mobil itu, terutama Wuling, untuk menyikat Astra. Sebab, Wuling perlu membangun jaringan penjualan dan layanan purnajual.

“Astra bakal menjadi pemenang persaingan tahun depan. Sebab, Astra memiliki infrastruktur penunjang yang sangat kuat,” tulis RHB, belum lama ini.

Portofolio MPV Astra adalah Toyota Avanza dan Daihatsu Xenia. Dua merek ini memiliki reputasi dan jaringan penjualan yang kuat.

Per November 2016, pangsa pasar mobil Grup Astra melompat menjadi 55% dari 50%, sedangkan motor dari 69% menjadi 74%. Artinya, Astra masih menjadi penguasa pasar otomotif domestik. (snx)

Mitsubishi dan Fuso Pisah Ranjang

wpid-mitsubishi-delica-bersama-ktb-management.jpg.jpeg

Jakarta, autokritik – Mitsubishi Corporation (MC) mencapai kesepakatan dengan Mitsubishi Motors Corporation (MMC), Mitsubishi Fuso Truck & Bus Corporation (MFTBC), dan PT Krama Yudha (KY) untuk merestrukturisasi bisnis otomotif di Indonesia. Dengan restrukturisasi ini, penjualan Fuso dan Mitsubishi bakal dipisah.

Saat ini, penjualan Fuso dan Mitsubishi dipegang oleh PT Krama Yudha Tiga Berlian Motors (KTB), perusahaan patungan MC, MMC, KY, dan MTFBC. Mulai April 2017, penjualan kedua merek itu akan dipisah untuk menciptakan struktur yang efisien dan mendukung ekspansi bisnis di Indonesia, di mana pasar mobil diperkirakan terus melesat.

“KTB yang didirikan pada 1970 dan mampu mencetak akumulasi penjualan sebanyak 2,5 juta unit hingga 2015. Restrukturisasi bisnis ini bertujuan mengantisipasi pertumbuhan pasar mobil Indonesia,” ujar manajemen MC seperti dilansir JCN, Kamis (13/10).

Dalam skema restrukturisasi yang disepakati, KTB akan tetap memproduksi dan menjual Fuso. MC dan MMC akan menjual sebagian saham ke MFTBC, sehingga komposisi pemegang saham KTB akan menjadi MC 30%, MFTBC 30%, and KY 40%. /

Untuk penjualan kendaraan MMC, akan dibentuk perusahaan distribusi baru yang beroperasi April 2017. Struktur pemegang saham perusahaan itu adalah MC 40%, MMC 30%, dan KY 30%.

Di sisi lain, pabrik MMC di Indonesia dibangun oleh PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Indonesia (“MMKI”), yang akan mulai produksi April 2017. Mobil dihasilkan adalah Mitsubishi baik komerial maupun penumpang. Salah satunya adalah small crossover MPV yang konsepnya diberi nama XM. (snx)

Crossover MPV Mitsubishi Nangkring di GIIAS

Small Crossover MPV Concept

Jakarta, autokritik – Mitsubishi Motor Corporation (MMC), pabrikan mobil asal Jepang, akan menampilkan mobil konsep small crossover MPV terbaru pada pameran Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2016 pada Agustus mendatang. Ini merupakan kali pertama kendaraan small MPV tersebut ditampilkan di dunia.

“Mobil konsep ini merupakan perpaduan ketangguhan dari sebuah sport utility vehicle (SUV) dengan fleksibilitas dari sebuah multipurpose vehicle (MPV),” kata Presiden Direktur PT Krama Yudha Tiga Berlian Motor (KTB), distributor Mitsubishi di Indonesia, Hisashi Ishimaki, Kamis (21/7).

Ishimaki menjelaskan, mobil konsep terbaru ini akan menggunakan bodi lebar dan tata ruang yang optimal untuk menyediakan ruang interior yang luas, dan memungkinkan tujuh penumpang bersantai dengan nyaman. Desain bagian depan akan mengadopsi konsep MMC, dynamic shield, yang memberikan ekspresi visual dan bisa melindungi penumpang.

Dia mengatakan, small MPV ini akan diproduksi pada 2017 di pabrik baru MMC di kawasan Bekasi, Jawa Barat. Tahap awal, mobil ini akan diproduksi 80 ribu unit setahun. Dari jumlah tersebut, 60 ribu unit akan diproduksi untuk pasar Indonesia, dan sisanya diekspor ke Thailand, Filipina, dan Vietnam. (snx)

Skandal Penipuan Bensin Rusak Citra Mitsubishi

Mitsubishi eK Wagon

Jakarta, autokritik – Skandal penipuan konsumsi bensin empat model mobil kecil (kei car) merusak citra Mitsubishi di industri mobil dunia. Meski begitu, PT Krama Yudha Tiga Berlian Motors (KTB), distributor Mitsubishi di Indonesia, menjamin tidak ada penipuan spesifikasi mobil yang beredar di Indonesia.

“Kami tidak ingin membela diri atas kejadian yang menimpa Mitsubishi Motors Corporation (MMC) selaku prinsipal. Hal itu sangat disayangkan. Namun, yang pasti, seluruh keterangan spesifikasi mobil yang kami jual benar adanya,” ujar Presiden Direktur KTB Hisashi Ishimaki di Jakarta, Kamis (21/4).

KTB, kata dia, masih menunggu hasil investigasi yang dilakukan MMC untuk membongkar skandal ini. Sejauh ini, kasus ini belum berdampak terhadap penjualan Mitsubishi di Indonesia. Belum ada satu konsumen pun yang membatalkan pembelian mobil. Per Maret 2016, penjualan Mitsubishi mencapai 27.703 unit.

Empat model kei car Mitsubishi adalah eK Wagon, eK Space serta Dayz dan Dayz Rooz yang dipasok ke Nissan Motor Company (NMC) sejak 2013. Skandal penipuan bensin bermula saat NMC mengaudit konsumsi bensin Dayz dan Dayz Rooz sebagai bagian dari pengembangan generasi berikutnya. Berdasarkan pengecekan NMC, ternyata konsumsi bensin dua mobil itu 7% di bawah klaim MMC sebanyak 30 kilometer pe liter (kpl).

Selanjutnya, NMC meminta MMC meninjau nilai running resistence yang menjadi alat ukur konsumsi bensin. Dari hasil investigasi internal, MMC mengakui menggunakan nilai running resistence yang lebih menguntungkan dari semestinya.

Nilai running resistance diperlukan untuk memperoleh sertifikasi dari Kementerian Darat, Infrastruktur, Transportasi, dan Pariwisata Jepang. Dengan mengantongi sertifikasi, pabrikan mobil mendapatkan insentif kei car dari Pemerintah Jepang. Semakin tinggi efisiensi bahan bakar mobil, semakin besar insentif yang diberikan.

“Seharusnya, nilai running resistence yang diberikan adalah yang medium, sedangkan yang diserahkan MMC adalah angka di bawah medium dan di atas minimum,” papar Hisashi.

President & Chief Operating Officer MMC Tetsuro Aikawa mengakui, ini kesalahan yang disengaja. “Hal ini jelas pemalsuan dan dilakukan untuk membuat jarak tempuh terlihat lebih baik,” kata dia.

Total penjualan empat model kei car itu mencapai 468 ribu unit. MMC memutuskan menghentikan produksi empat mobil itu. (snx)

Mitsubishi Tak Pecat Karyawan, Cuma Kasih 183 Orang Pensiun Dini

wpid-pelepasan.jpg

Jakarta, autokritik – PT Krama Yudha Tiga Berlian Motors (KTB), distributor Mitsubishi dan Fuso di Indonesia, menyatakan, berita pemutusan hubungan kerja (PHK) 200 karyawan PT Krama Yudha Ratu Motor (KRM) tidak benar. Informasi yang benar adalah sebanyak 183 karyawan KRM mengambil opsi pensiun dini.

Manajemen KTB menyatakan, KRM mengeluarkan program pensiun dini (early retirement program/ERP) yang ditawarkan kepada para karyawan. Program ini bersifat sukarela dan tanpa ada paksaan sedikit pun dari pihak perusahaan. Melalui program ini, para karyawan mendapat keuntungan.

KRM mempekerjakan sekitar 1.800 orang karyawan. Dari jumlah itu, karyawan yang telah mengambil program ERP ini mencapai 183 orang. Dengan demikian, saat ini, total karyawan yang masih bekerja PT KRM sekitar 1.600 orang.

“Perusahaan melakukan program ini dilatarbelakangi oleh penurunan permintaan kendaraan secara nasional,” tulis manajemen KTB.

KRM merupakan bagian dari Krama Yudha Mitsubishi Group, dengan bidang usaha perakitan kendaraan Mitsubishi dan Fuso di Indonesia. KRM merakit Colt Diesel dan Fuso, kendaraan niaga ringan Colt L300, Colt T120ss, dan kendaraan penumpang Outlander Sport.