Tagged: 2017

Tanpa GSX 150, Suzuki Bisa Punah

img_1342
Jakarta, autokritik – Suzuki babak belur dalam beberapa tahun terakhir, dihantam serangan terstruktur, sistematis, dan masif Honda. Penjualan Suzuki melorot 49% menjadi 56.284 unit tahun lalu, jauh lebih besar dari pasar yang hanya 8%.

Jangan tanya peringkat di pasar, karena Suzuki kini tak mampu bersaing dengan sesama pabrikan Jepang. Suzuki hanya mampu mengungguli merek India, TVS. Jika keadaan ini terus berlanjut, bukan mustahil Suzuki akan punah. Saat ini saja, banyak diler Suzuki tutup.

Sadar dengan fakta ini, Suzuki melansir duet GSX-R150 dan GSX-S150, yang diharapkan menjadi motor kebangkitan Suzuki tahun ini. PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) tidak berhenti sampai di sini. Pemanufaktur dan APM Suzuki itu bakal melepas total delapan motor baru tahun ini.

Department Head Marketing and Sales 2W SIS Yohan Yahya menegaskan, duet GSX 150 ditargetkan meraup 15% pangsa pasar di kelas motor sport 150 cc. Adapun total pasar segmen ini berkisar 40-50 ribu unit.

“Strategi untuk mencapai target itu adalah merilis duet GSX 150 di Jakarta, yang akan diikuti lima kota besar lainnya. Setelah itu, kami akan memperkenalkan motor ini di 39 kota dalam tempo enam bulan dan menambah jaringan penjualan,” ujar Yohan, belum lama ini.

Dua motor ini, kata dia, kali pertama diperkenalkan pada ajang Indonesia Motorcycle Show 2016, November silam. Hingga kini, total inden yang masuk mencapai 900 unit, dengan perincian 80% R dan 20% S.

SIS, kata Yohan, menargetkan seluruh inden dibereskan bulan ini. Setelah dua motor itu dirilis, Suzuki menutup inden dan meminta konsumen datang langsung ke jaringan diler SIS. (snx)

Mobil Jadi Kebutuhan Kedua setelah Makan

img_0867

Jakarta, autokritik – Frost and Sullivan, perusahaan riset pasar global, memproyeksikan penjualan mobil di Indonesia tumbuh 5% menjadi 1,1 juta unit pada 2017, dibandingkan 2016 sebanyak 1,06 juta unit. Mobil murah ramah lingkungan (low cost green car/LCGC) dan kendaraan multiguna (multipurpose vehicle/MPV) bakal menopang pertumbuhan penjualan mobil tahun ini.

Vice President Of The Mobility Practice Frost and Sullivan Vivek Vaidya mengatakan, berdasarkan hasil survei yang dilakukan awal tahun, terdapat beberapa faktor yang akan mendorong penjualan mobil tahun ini, yakni pertumbuhan ekonomi Indonesia yang diperkirakan mencapai 5%, sehingga memengaruhi daya beli konsumen, penguatan nilai tukar rupiah, dan maraknya pembangunan infrastruktur.

Selain itu, dia menuturkan, suksesnya program tax amnesty dan pesatnya pertumbuhan kelas menengah berdampak positif terhadap pasar mobil. Pada 2020, jumlah kelas menengah di Indonesia diperkirakan mencapai 150 juta orang.

“Kendaraan sudah menjadi kebutuhan kedua setelah makan, sehingga industri otomotif masih punya prospek cerah di Indonesia. Kendaraan penumpang bakal tetap mendominasi penjualan mobil,” ujar dia di Jakarta, Rabu (25/1).

Dia menuturkan, jenis mobil yang diminati tahun ini masih sama seperti tahun lalu, yakni mobil murah ramah lingkungan (low cost green car/LCGC) dan kendaraan multiguna (multipurpose vehicle/MPV). Namun, segmen yang akan mencetak kenaikan penjualan signifikan adalah sport utility vehicle (SUV).

Seiring dengan itu, dia menegaskan, SUV berpotensi menggantikan MPV sebagai kendaraan terlaris di Indonesia dalam beberapa tahun ke depan. SUV diminati karena lebih lapang dan cocok untuk konsumen Indonesia. (ID)

Kapasitas Industri Mobil Tahun Ini Naik 14%

ilustrasi-mobil

Jakarta, autokritik – Kapasitas produksi terpasang industri mobil tahun ini bakal naik 14% menjadi 2,2 juta unit dari tahun lalu 1,9 juta unit, seiring beroperasinya dua pabrik baru milik Mitsubishi dan Wuling berkapasitas total 280 ribu unit.

Seiring dengan itu, kelebihan kapasitas (overkapasitas) industri mobil bakal kian kronis, yakni sebanyak 1 juta unit dari tahun lalu 800 ribu unit. Ini lantaran pertumbuhan penjualan tak sebanding dengan penambahan kapasitas terpasang.

Tahun ini, penjualan mobil domestik diperkirakan naik 5% menjadi 1,1 juta unit, sedangkan ekspor mobil dalam bentuk utuh (CBU) stagnan di level 200 ribu unit. Merujuk proyek itu, total produksi diperkirakan sekitar 1,2 juta unit, dengan asumsi impor CBU mencapai 100 ribu unit.

Alhasil, perang diskon diperkirakan tetap terjadi tahun ini. Sebab, kemampuan suplai industri tidak diimbangi dengan lonjakan permintaan mobil. Perang diskon telah terjadi sejak 2013. (snx)

Fukui San Kejar Prestasi JD


Ilustrasi Toyota 

Jakarta, autokritik – Presdir Toyota Astra Motor (TAM) Hiroyuki Fukui menilai penjualan Toyota mulai pulih tahun ini, dengan pertumbuhan wholesales 16% menjadi 350 ribu unit per November. Artinya, TAM berada di jalur tepat untuk mengulangi kisah sukses di bawah komando Johnny Darmawan (JD) yang mampu menorehkan penjualan 430 ribu unit pada 2013. 

“Hingga akhir tahun, penjualan Toyota diperkirakan sekitar 385 ribu unit. Memang masih jauh dari era Johnny, tapi sudah ada tanda-tanda pemulihan,” ujar Fukui di Jakarta, belum lama ini. 
Dia menegaskan, TAM sebenarnya membidik pertumbuhan penjualan berkelanjutan. Oleh sebab itu, dia sama sekali tidak menduga penjualan bakal melesat tajam tahun ini, berkat peluncuran beberapa model baru, seperti Innova, Fortuner, dan Sienta. 
Per November 2016, pasar mobil hanya tumbuh 3,7% menjadi 974 ribu unit. Alhasil, pangsa pasar Toyota melompat dari 32% menjadi 36%, terbesar di Tanah Air.
Tahun depan, Fukui menegaskan, penjualan mobil domestik diperkirakan mencapai 1,12 juta unit, naik 6,6% dari estimasi tahun ini 1,05 juta unit. Adapun penjualan Toyota ditargetkan naik 3-6% menjadi 396-408 ribu unit.
Dia menilai, pasar mobil Indonesia bakal terus bertumbuh. Jumlahnya diperkirakan mencapai 2 juta unit setelah 2021. Alhasil, kompetisi di pasar bakal kian ketat. Toyota berupaya mempertahankan dominasi di pasar dengan melansir beberapa model baru. Namun, Fukui enggan menyebutkan nama-namanya. (snx) 

Davy Berlabuh ke Nissan Bulan Depan

Davy Tuilan, nomor dua dari kiri

Davy Tuilan, nomor dua dari kiri

Jakarta, autokritik – Setelah keluar dari PT Suzuki Indomobil Sales (SIS), Davy Tuilan berlabuh ke PT Nissan Motor Indonesia (NMI). Perpindahan ini akan berlaku efektif 14 November 2016.

“Soal pengganti Pak Davy, belum bisa kami sebutkan,” ujar sumber di internal SIS, hari ini.

Dia juga enggan menyebutkan posisi apa yang diemban Davy di Nissan. Dia hanya memastikan Davy keluar baik-baik. “Tidak ada konflik internal. Pak Davy menerima tawaran Nissan,” ujar dia.

Biasanya Davy masuk ketika agen pemegang merek (APM) ingin melansir model baru. Namun, sejauh ini, pihak Nissan bungkam ketika ditanya soal produk baru. “Kalau soal itu, saya belum bisa komentar,” ujar juru bicara Nissan Hana Maharani.

Davy masuk SIS pada 2011 dan sukses memperkenalkan Ertiga, yang mampu bersaing dengan pemain lama seperti Avanza dan Xenia. Namun, pamor Ertiga mulai redup ketika Honda merilis Mobilio. Posisi terakhir Davy di SIS adalah 4W deputy managing director.