Tagged: 2016

Astra Keruk Rp 9 Triliun dari Bisnis Otomotif

astra-ultah

Jakarta, autokritik – Laba divisi otomotif Grup Astra melonjak 23% menjadi Rp 9,2 triliun tahun lalu, didorong suksesnya peluncuran model baru, sehingga mengerek margin laba bersih. Kontribusi laba otomotif mencapai 60% dari total laba bersih Astra Rp 15,1 triliun, naik 5% dari 2015 sebesar Rp 14,4 triliun.

Berdasarkan keterangan resmi Grup Astra, Senin (27/1), penjualan mobil Astra tumbuh 16% menjadi 591 ribu unit, lebih tinggi industri yang hanya 5% menjadi 1,1 juta unit. Alhasil, pangsa pasar Astra meningkat dari 50% menjadi 56%. Grup Astra telah meluncurkan 14 model baru dan sembilan model revamped sepanjang 2016.

Penjualan sepeda motor PT Astra Honda Motor (AHM) menurun 2% menjadi 4,4 juta unit, lebih rendah dari penurunan penjualan sepeda motor nasional yang turun sebesar 8% menjadi 5,9 juta unit. Hal ini menyebabkan pangsa pasar Astra meningkat dari 69% menjadi 74%, dengan dukungan peluncuran tujuh model baru dan delapan model revamped sepanjang tahun 2016.

Laba bersih Astra Otoparts, bisnis komponen Grup, tumbuh 31% menjadi Rp418 miliar, yang disebabkan oleh kenaikan pendapatan di segmen pasar pabrikan otomotif (original equipment manufacturer/OEM) dan segmen aftermarket, serta peningkatan kontribusi laba bersih dari perusahaan asosiasi. (snx)

Advertisements

Astra Makin Tua Makin Gila

astra-ultah

Jakarta, autokritik – Grup Astra merayakan ulang tahun ke-60 tahun ini. Di usia yang semakin tua, Astra bukannya meredup, tapi malah semakin gila mencengkeram industri otomotif Indonesia.

Tahun lalu, pangsa pasar Astra di bisnis mobil domestik melonjak dari 50% menjadi 56% melalui tiga merek utama, Toyota, Daihatsu, dan Isuzu. Di bisnis motor, Astra makin gila lagi, lantaran menguasai 73% pasar melalui merek Honda.

Januari 2017, pangsa pasar Honda melompat lagi menjadi 78%, meninggalkan jauh lawan-lawannya, seperti Yamaha dan Suzuki. Yamaha sempat mengkudeta Honda pada 2009 di penjualan bulanan. Namun, dalam dua tahun terakhir, pamor Yamaha meredup dan makin tergilas Honda.

Meski begitu, Astra ketar-ketir melihat prospek penjualan sepeda motor tahun ini, seiring langkah pemerintah menaikkan biaya STNK dan BPKB. Bulan lalu, merujuk keterangan salah satu GM PT Astra Honda Motor (AHM), distributor dan pemanufaktur motor Honda, penjualan motor secara ritel ambles 30%. Padahal, penjualan secara wholesales yang dikerap Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI) melesat 14%. (snx)

Penjualan Motor 2016 Gagal Capai Target

ilustrasi-motor

Jakarta – Penjualan sepeda motor domestik turun 8,4% menjadi 5.931.285 unit pada 2016, dibandingkan 2015 sebanyak 6.480.155 unit. Jumlah itu di bawah target Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (Aisi).

Ketua Bidang Komersial Aisi Sigit Kumala menuturkan, penurunan penjualan motor tahun lalu dipicu melemahnya daya beli masyarakat. Hal ini tak lepas dari masih lemahnya pertumbuhan ekonomi nasional di level 5%.

“Pelemahan daya beli sangat terasa pada awal 2016. Ini membuat penjualan motor sulit naik,” ujar dia di Jakarta, Selasa (10/1).

Sementara itu, Desember 2016, penjualan motor turun 16% menjadi 437.764 unit, dibandingkan bulan sama 2015 sebanyak 520.400 unit. Jika dibandingkan November 2016, penjualan bulan lalu anjlok 23% dari 570.923 unit.

Sigit menilai, hal itu disebabkan strategi pengurangan distribusi yang dilakukan pabrikan motor. Ini dilakukan untuk mengantisipasi pergantian tahun. Biasanya, konsumen lebih memilih membeli motor tahun produksi baru ketimbang lama.

Berdasarkan data Aisi, konstelasi pasar motor domestik tidak berubah. Honda masih bercokol di posisi puncak dengan penjualan sebanyak 4.380.888 unit pada 2016, dengan pangsa pasar 74%. Yamaha berada di posisi kedua dengan penjualan 1.394.078 unit (23,5%), diikuti Kawasaki sebanyak 97.622 unit, Suzuki 56.824 unit, dan TVS 1.873 unit

Total penjualan motor tahun lalu mencapai 6.215.350 unit, turun 7,35% dari 2015 yakni 6.708.387 unit. Kontraksi ini lebih rendah karena volume ekspor naik siginifikan menjadi 284 ribu unit. (snx)

Honda Kedodoran

Suasana booth Honda di IIMS 2016

Suasana booth Honda di IIMS 2016

Jakarta, autokritik – Honda kembali memecahkan rekor penjualan tahunan tertinggi di Indonesia, setelah membukukan penjualan sebesar 199.364 unit sepanjang 2016. Jumlah itu naik 25,18% dibandingkan 159.253 unit.

Namun, penjualan Honda ambles 15,6% menjadi 13.926 unit, dibandingkan November sebanyak 16.501 unit. Dibandingkan bulan sama 2015, penjualan naik dari 11.875 unit.

Kontributor terbesar dalam peningkatan penjualan Honda sepanjang 2016 datang dari beberapa model unggulan Honda, seperti New Mobilio, BR-V, Brio Satya, HR-V 1.5L dan All New Honda Jazz. Di urutan pertama, Mobilio meraup total penjualan sebanyak 39.482 unit sepanjang 2016.

Kontributor terbesar kedua berasal dari BR-V sebanyak 38.666 unit, diikuti New Honda Brio Satya 36.470 unit, HR-V 36.281, Jazz 18.110 unit. Sementara itu, penjualan Brio RS mencapai 10.026 unit, HR-V 1.8L 8.050 unit, dan CR-V 7.853 unit.

Di segmen sedan, All New Honda Civic membukukan penjualan 1.681 uni, City 1.213 unit, Accord 541 unit. Adapun penjualan Freed mencapai 617 unit, Odyssey 239 unit, dan CR-Z 135 unit.

“Penjualan Honda berhasil melampaui target pada 2016. Dengan demikian, 2016 merupakan tahun kelima secara berturut-turut sejak 2011 Honda berhasil memecahkan rekor penjualan di Indonesia. Kami berharap dapat menghasilkan inovasi baru serta mempertahankan tren peningkatan penjualan ini dari tahun ke tahun,” ujar Direktur Pemasaran dan Layanan Purnajual PT Honda Prospect Motor (HPM) Jonfis Fandy, Selasa (3/1). (snx)

Akhir Tahun, Sienta Didiskon Rp 30 Juta 


Jakarta, autokritik – Broker saham lokal, Mandiri Sekuritas (Mansek), menugaskan beberapa kru untuk mengecek diskon mobil akhir tahun. Hasilnya, diskon Toyota Sienta melonjak dari Rp 15-20 juta menjadi Ro 30 juta atau 7-13% dari harga jual. 
Sementara itu, diskon Avanza tetap, Rp 20 juta (8-11%), sedangkan Innova membengkak dari Rp 20-25 juta menjadi Rp 28 juta (7-13%).

Sienta memang tidak terlalu bersinar dibandingkan model baru Toyota lainnya yang dirilis tahun ini. Beberapa bos Toyota Astra Motor (TAM) menilai, konsumen memerlukan waktu untuk menyukai Sienta, karena model ini berbeda dari MPV lainnya. Contohnya penggunaan sliding door.
Selain itu, Sienta yang mulai dikembangkan pada 2011 diproyeksikan masuk pasar ketika volume mencapai 1,6 juta unit. Namun, ternyata pasar tak sesuai ekspektasi Toyota. Meski begitu, peluncuran tak mungkin ditunda, sehingga Sienta tetap masuk pasar tahun ini. Adapun pasar mobil tahun ini diperkirakan mencapai 1,05 juta unit dari tahun lalu 1 juta unit.

Dari data Gaikindo, November lalu, penjualan Sienta sekitar 2.479 unit, di bawah target 3.500 unit. Akumulasi penjualan mobil ini sekitar 15 ribu unit. (snx) 

Forwot Gerilya Road Safety di Bogor

Kampanye Road Safety Forwot

Jakarta, autokritik – Forum Wartawan Otomotif Indonesia (Forwot) tidak pernah lelah untuk mengampanyekan keselamatan jalan raya (road safety). Hari ini, di kota Bogor, forum yang berdiri sejak 2003 ini menggelar Road Safety Campaign 2016 berupa Safety Riding Training.

“Seperti pelatihan-pelatihan keselamatan sebelumnya (2010, 2012, dan 2014), tahun ini diikuti oleh 60 peserta yang terdiri atas komunitas sepeda motor di Bogor dan sekitarnya, serta wartawan,” ujar Wilfridus Zenobius Kolo, ketua pelaksana Road Safety Campaign 2016.

“Pelatihan terdiri atas dua bagian yaitu teori dan praktik. Di awal kursus, setiap peserta diberi pengetahuan teori mengendarai sepedamotor. Paruh kedua menjadi saat yang sangat ditunggu oleh peserta karena mereka harus menerapkan atau mempraktikkan semua teori yang telah diajarkan oleh para instruktur,” imbuh Wilfridus.

Lebih lanjut dia menjelaskan, sesi praktik terdiri atas 12 modul (harsh braking, counter weight lurus, counter weight u turn, tight maneuvering, counter steering lurus, counter steering circle of 8, balancing, macadam, ascending, braking & swerve, cornering & braking, serta judge & react) yang dibawakan oleh Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC).

“Kami berterima kasih kepada PT Astra Honda Motor, PT Pertamina Lubricants, PT Astra Otoparts, Garda Oto, Adira Insurance, Zeneos & IRC, serta FIFGROUP yang mendukung kegiatan ini,” kata Wilfridus.

Sementara, Zainal Abidin, sekjen Forwot, mengatakan, acara ini merupakan salah satu dukungan Forwot terhadap Dekade Aksi Keselamatan Jalan (2011–2020) yang telah dicanangkan oleh mantan Wakil Presiden Boediono pada 20 Juni 2011. Saat itu Boediono mengungkapkan, setiap 10–15 menit, satu orang meninggal karena kecelakaan.

“Banyak hal yang mesti kita perbaiki agar angka kecelakaan turun dan jalan raya menjadi tertib. Safety Riding Training merupakan satu upaya kecil dari Forwot dalam mewujudkan itu semua, karena manfaatnya langsung dirasakan oleh masyarakat dalam hal ini adalah komunitas sepeda motor,” terang Zainal.

Zainal mengutip data kecelakaan lalu lintas dari Korps Lalu Lintas Kepolisian Negara Republik Indonesia (Korlantas Polri), sepanjang 2015, terjadi sekitar 95 ribu kejadian kecelakaan dengan 20 ribuan orang meninggal. Adapun pada semester I 2016, terjadi 52 ribuan kejadian dengan korban meninggal sekitar 11 ribu orang.

“Sepeda motor masih menjadi penyumbang utama angka kecelakaan lalu lintas. Oleh karena itu, kami berharap pelatihan keselamatan berkendara sepeda motor ini dapat menekan angka kecelakaan dan mereka yang mendapatkan pelatihan bisa menularkannya ke orang-orang terdekat,” kata dia. (snx)

IMOS 2016 Jeblok

 

Suasana IMOS 2016

Suasana IMOS 2016

Jakarta, autokritik  – Pameran Indonesia Motorcycle Show (IMOS) 2016 membukukan transaksi 751 unit sepeda motor senilai Rp 19,3 miliar. Jumlah itu turun 45% dari IMOS 2014 sebesar Rp 35 miliar.

Selama lima hari pelaksanaan, IMOS 2016 yang didukung oleh 39 merek peserta ini menarik 90.186 pengunjung. Meski nilai transaksi turun, Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (Aisi) selaku penyenggara IMOS optimistis pameran ini bakal menggairahkan pasar sepeda motor domestik. Bahkan, Aisi memprediksi pasar motor tetap tumbuh hingga 10-20 tahun mendatang.

“Aisi optimistis pasar sepeda motor segera pulih, seiring membaiknya perekonomian Indonesia. Dalam kurun waktu 10-20 tahun mendatang, kita masih akan menikmati pertumbuhan, karena masyarakat masih memerlukan sarana transportasi yang memadai,” ujar Ketua Umum Aisi Gunadi Sindhuwinata, Senin (7/11).

Bagi Aisi dan API events selaku pelaksana pameran, tolak ukur keberhasilan IMOS 2016 tidak hanya dilihat dari segi pencapaian jumlah transaksi, namun seberapa luas IMOS 2016 dapat turut menyebarkan informasi teknologi terkini melalui produk-produk baru hingga produk konsep yang dihadirkan kalangan agen pemegang merek (APM). Selain itu, peran mengedukasi masyarakat terkait pentingnya safety riding menjadi nilai tambah IMOS 2016.

“Selain memperkenalkan teknologi terbaru seputar industri otomotif roda dua, salah satu tujuan utama IMOS 2016 adalah mengedukasi masyarakat akan pentingnya berkendara dengan cara yang aman,” kata Project Director API Events Sri Vista Limbong. (snx)

Selamat Datang di Dunia Boncos Indomobil

indomobil

Jakarta, autokritik – Grup Indomobil terus dilanda keboncosan dalam beberapa tahun terakhir. Per September 2016, pendapatan konglomerat otomotif nomor dua nasional ini turun 15% menjadi Rp 11,4 triliun dari Rp 13,4 triliun.

Rugi bersih makin besar, menjadi Rp 226 miliar dari Rp 158 miliar. Pemicunya adalah turunnya jatah dari perusahaan asosiasi serta membengkaknya beban umum dan keuangan.

Dari sisi kinerja operasional, rapor Indomobil juga merah. Volume penjualan mobil dan sepeda motor anjlok dan kalah bersaing dengan merek lain.

Per September 2016, penjualan Nissan, merek unggulan Indomobil, tinggal 11 ribu unit, jauh di bawah Toyota, Honda, Daihatsu masing-masing sebanyak 275 ribu unit, 151 ribu unit, dan 133 ribu unit. Jumlah itu turun 45% dari periode sama tahun lalu sebanyak 20 ribu unit.

Penjualan motor Suzuki juga makin mengenaskan, di mana sampai September lalu hanya mencapai 45 ribu unit, turun nyaris 50% dari tahun lalu 88 ribu unit. (snx)

Tiap Bulan AHM Untung Rp 411 Miliar

alasan-all-new-honda-beat-pop-esp-lebih-murah-4naxb7cWtf

Jakarta, autokritik – Pendapatan PT Astra Honda Motor tumbuh 6% menjadi Rp 44,2 triliun per September 2016, dibandingkan periode sama tahun lalu Rp 41,7 triliun. Laba bersih melonjak 15% menjadi Rp 3,7 triliun dari Rp 3,2 triliun atau Rp 411 miliar per bulan.

AHM mampu mencetak lonjakan laba bersih di tengah kemerosotan volume penjualan sebesar 3% menjadi 3,2 juta unit. Ini mengindikasikan AHM menaikkan harga jual untuk menyelamatkan kinerja keuangan.

Dalam laporan keuangan Grup Astra, pemegang 50% saham AHM, disebutkan, AHM membayar pajak Rp 1,2 triliun ke pemerintah per September 2016. Adapun dividen yang mengalir ke Grup Astra mencapai Rp 1,1 triliun.

Berkat sumbangan AHM, Astra membukukan pertumbuhan laba otomotif sebesar 12% menjadi Rp 6 triliun. Selain dari AHM, Astra meraup untung besar dari berdagang mobil, terutama merek Toyota.

Namun, secara total, laba bersih Astra masih minus 6% mejadi Rp 11,2 triliun. Pendapatan juga turun 4% menjadi Rp 132 triliun.

“Kinerja Grup Astra tahun ini diharapkan merefleksikan terus membaiknya kinerja bisnis otomotif, bersamaan dengan beberapa peningkatan kinerja di bisnis agribisnis serta sedikit
pulihnya bisnis alat berat dan pertambangan, walaupun masih ada kekhawatiran terhadap tingkat kredit bermasalah di Bank Permata,” ujar Bos Astra Prijono Sugiarto, Senin (31/10). (snx)

Sedan Toyota Absen di GIIAS Surabaya

Darmawan Widjaja, direktur PT Toyota-Astra Motor bersama Hendra Purnawan, operation manager wilayah Jawa Timur dealer Auto2000.

Darmawan Widjaja, direktur PT Toyota-Astra Motor bersama Hendra Purnawan, operation manager wilayah Jawa Timur dealer Auto2000.

Jakarta, autokritik – PT Toyota-Astra Motor (TAM) menampilkan produk-produk terbaik di Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2016 Surabaya, 28 September hingga 2 Oktober 2016 di Grand City, Surabaya, Jawa Timur.

Toyota berpartisipasi dengan menempati total booth seluas 319 m2 atau jauh lebih besar dibandingkan dengan booth GIIAS 2015 Surabaya seluas 121 m2. Selama ekshibisi, Toyota menampilkan enam mobil, yakni 2 unit All New Sienta, 1 unit All New Calya, 1 unit Calya cut body, 1 unit Toyota Avanza, serta 1 unit Kijang Innova. Itu artinya, seluruh sedan dan SUV Toyota absen di pameran ini.

Direktur TAM Darmawan Widjaja menyatakan, sejalan dengan semangat Let’s Go Beyond, Toyota senantiasa melakukan yang terbaik dalam peningkatan produk, teknologi, dan layanan demi memberikan kepuasan bagi pelanggan.

“Melalui ajang GIIAS Surabaya 2016 ini, kami berupaya untuk lebih dekat dengan pelanggan sembari tetap mendukung industri otomotif nasional. Semoga kehadiran Toyota di sini mendapatkan antusiasme yang tinggi dari masyarakat, seperti halnya di eksibisi GIIAS lainnya,” kata Darmawan. (snx)