Yamaha dan Honda Positif Kartel

ilustrasi-motor
Jakarta, autokritik – Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) memvonis PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM) dan PT Astra Honda Motor (AHM) melakukan kartel dalam menetapkan harga dan volume penjualan motor jenis skuter otomatik (skutik).

Kedua perusahaan itu terbukti melakukan praktik kartel sesuai perkara 04/KPPU-I/2016 tentang dugaan kartel yang dibacakan saat sidang di kantor KPPU Jakarta, Senin (20/2). Dua pabrikan itu melanggar melanggar ‎ Pasal 5 Undang-Undang No 5 ‎Tahun 1999 tentang Larangan Praktek Monopoli dan Persaingan Usaha Tidak Sehat.

Bunyi pasal itu adalah pelaku usaha dilarang membuat perjanjian dengan pelaku usaha pesaingnya untuk menetapkan harga atas suatu barang dan atau jasa yang harus dibayar oleh konsumen atau pelanggan pada pasar bersangkutan yang sama.

Putusan itu dibacakan setelah melalui serangkaian pemeriksaan, baik pendahuluan maupun lanjutan selama lebih kurang 120 hari kerja terhadap praktik usaha di industri sepeda motor yang diduga mengakibatkan konsumen tidak dapat memperoleh harga beli sepeda motor yang kompetitif.

Majelis komisi persidangan yang dipimpin oleh Tresna Priyana Soemardi serta anggota R Kurnia Sya’ranie dan Munrokhim Misanam menilai, semua unsur dalam Undang-Undang No 5 Pasal 5‎ Tahun 1999 telah terpenuhi. Artinya, YIMM dan AHM terbukti secara sah dan meyakinkan melanggar ‎Undang-Undang No 5 Pasal 5‎ Tahun 1999.

Majelis menghukum YIMM dengan denda Rp 25 miliar dan AHM Rp 22,5 miliar. Denda yang diterima YIMM lebih berat, karena dinilai memanipulasi data di persidangan. Oleh sebab itu, hukuman YIMM sudah termasuk ditambah 50% dari besaran proporsi denda. Adapun denda AHM telah dipotong 10%, karena dinilai kooperatif oleh majelis hakim. (ID)

Bos Indomobil: Proyek Mobil Desa Tak Jelas 


Jakarta, autokritik – Rencana pemerintah membuat mobil desa seharga Rp 60 juta menuai kritik dari Komisaris Grup Indomobil Gunadi Sindhuwinata. Tokoh otomotif senior itu menilai program mobil desa tidak jelas. 

“Sebelum membuat program mobil desa, seharusnya pemerintah menentukan target pasarnya, siapa pemakainya, apakah untuk kebutuhan panen saja atau bisa menjadi kendaraan penumpang. Hal-hal seperti itu hingga kini belum jelas,” kata dia di Jakaera, akhir pekan lalu. 

Dia juga meragukan harga mobil bisa Rp 60 juta. Sebab, belum jelas apakah mobil desa hanya sasis saja atau bak terbuka. Ini harus ditentukan pemerintah. Jangan sampai mobil desa akhirnya berakhir menjadi kendaraan roda tiga yang tidak ada aturannya. 

Selain itu, demikian Gunadi, pemerintah harus memberikan insentif kepada pabrikan jika harga jual melampaui patokan. Sejauh ini, insentif diberikan kepad pabrikan yang menggarap mobil murah ramah lingkungan alias LCGC. Bentuknya penerapan PPnBM 0%. 

Di luar itu, dia menilai prospek mobil desa cukup solid, seiring terus tumbuhnya ekonomi perdesaan. Kalangan pabrikan bisa saja merangsek ke segmen ini jika pasarnya terbukti menggiurkan. 

GSX 150 Mendarat di Diler 


Jakarta, autokritik – Barang panas Suzuki GSX-R150 sudah sampai di beberapa diler Suzuki, seperti SMG Sunter, Jakarta Utara. Itu artinya, motor ini segera dipasok ke konsumen yang telah inden. 

Rencananya, motor ini dirilis 18 Februari mendatang. Duet pembalap MotoGP Suzuki Alex Rins dan Andrea Iannone bakal hadir di acara tersebut. 

Dari pantauan autokritik, puluhan GSX-R150 terlihat nangkring di kendaraan pick up. Dua unit motor dipajang di pintu masuk, sedangkan empat unit di ruang pamer. 

Seorang tenaga penjual di diler itu menuturkan, unit tes drive sudah tiba di diler-diler besar Suzuki. Pihak Suzuki Indomobil Sales (SIS) selaku APM mendorong diler untuk agresif menggelar pameran guna mendongkrak penjualan motor sport fairing 147 cc ini. 

Merujuk data Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (Aisi), distribusi domestik GSX-R150 mencapai 1.552 unit, tertinggi, disusul FU 150 dan Adress. Total distribusi Suzuki bulan lalu mencapai 3.511 unit. 

Harga GSX-R150 mencapai Rp 27,9 juta. Harga bakal naik Rp 2 juta April mendatang. (snx) 

Honda Injak-injak Yamaha 


Jakarta, autokritik – Honda terus menginjak-injak Yamaha dalam dua tahun terakhir. Pangsa pasar Honda terus melesat, sedangkan Yamaha ambruk. 

Januari 2017, berdasarkan data Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (Aisi), penjualan Honda mencapai 368.739 unit, dengan pangsa pasar 78%, sedangkan Yamaha hanya 94 ribu unit dengan pangsa pasar 20%. 

Padahal, dua merek Jepang ini sempat bersaing ketat pada 2007-2009. Ketika itu, Yamaha sempat membantai Honda pada penjualan bulanan, kendati penjualan tahunan masih dikuasai Honda. 
Honda kini unggul di semua lini motor. Dulu, Yamaha sempat menguasai segmen skutik dan bebek. 

Total penjualan motor bulan lalu mencapai 473 ribu unit, naik 14% dari Januari 2016. Tahun ini, Aisi menargetkan penjualan tumbuh 5%.  (snx)

Chandra Asri Masuk Toyota

ilustrasi-mobil

Jakarta, autokritik – PT Chandra Asri Petrochemical (CAP) memasok resin polipropilena (PP) impact copolymer ke PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN). Resin ini akan digunakan sebagai bahan baku pembuatan komponen mobil Toyota Vios dan Yaris.

Devisa negara yang dapat dihemat dari substitusi impor resin dan komponen mobil ini diperkirakan sekitar US$ 60 juta per tahun. Selain untuk Vios dan Yaris, CAP berencana untuk memasok produk itu ke Fortuner, Kijang Innova, dan LCGC Toyota. PP CAP kini juga digunakan LCGC Daihatsu dan mobil serta motor Honda.

Menteri Perindustrian (Menperin) Airlangga Hartarto mengatakan, kerja sama CAP dan TMMIN sesuai dengan visi Kementerian Perindustrian (Kemenperin) memperdalam struktur industri otomotif nasional. Kerja sama itu juga akan mendorong pertumbuhan industri komponen kendaraan di dalam negeri.

Saat ini, dia mencatat, terdapat sekitar 1.500 perusahaan komponen otomotif di Indonesia, dari lapis satu hingga tiga. Manuver dua perusahaan itu juga menjadi momentum transfer teknologi dan pengembangan sumber daya manusia (SDM) di sektor otomotif.

Industri otomotif nasional, kata dia, saat ini mampu memenuhi tingkat komponen dalam negeri (TKDN) yang berbasis bahan baku lokal sekitar 60%. Kemenperin menargetkan, TKDN lokal mencapai 90% pada 2018-2019 melalui penyerapan plastik dan baja lokal.

“Dengan didukung beberapa kebijakan pemerintah dalam menciptakan iklim usaha yang kondusif, kerja sama ini menjadi momentum penting untuk memaksimalkan kinerja industri kita, terutama di sektor otomotif sekaligus guna mendongkrak pertumbuhan ekonomi nasional,” kata Airlangga, Kamis (9/2).

Industri otomotif merupakan salah satu sektor prioritas dalam kebijakan industri nasional. Produksi mobil ditargetkan mencapai 2,5 juta unit pada 2020.

Presiden Direktur CAP Erwin Ciputra mengatakan, kerja sama itu merupakan lahan pemasaran baru yang akan terus meningkat, seiring perkembangan industri otomotif. Kerja sama itu dapat meningkatkan performa industri compounding dan moulding dalam negeri, yaitu PT Hexa Indonesia yang menambahkan aditif dan pewarna pada resin serta PT Sugity yang mencetak resin menjadi komponen otomotif.

Erwin berharap CAP dapat memasok kebutuhan PP sebanyak 25 ribu ton per tahun untuk 500 ribu unit mobil, dengan pemakaian rata-rata 50 kg per unit. Sementara itu, kapasitas pabrik PP CAP saat ini mencapai 480 ribu ton per tahun dan akan ditingkatkan menjadi 580 ribu ton per tahun dalam beberapa tahun ke depan. Ini untuk menutup kebutuhan industri plastik di Indonesia.

“Pemenuhan PP impact copolymer untuk industri otomotif nasional dapat terjamin oleh CAP,” papar Erwin.

Sementara itu, Presiden Direktur TMMIN Masahiro Nonami mengatakan, industri otomotif memiliki peran penting dalam mendorong perekonomian suatu negara. Langkah strategis yang perlu dilakukan dalam mencapai beberapa target tersebut antara lain peningkatan produktivitas, efisiensi logistik dan penggunaan material lokal.

Nonami mengungkapkan, tidak lama lagi TMMIN akan meningkatkan komponen lokal dari bahan baku yang diproduksi industri dalam negeri, seperti material resin lain (PP-3 dan TSOP), karet sintetis, dan aluminium. “Kami percaya, industri otomotif di Indonesia mampu mengejar pesaing utamanya, Thailand,” kata Nonami.

Kandungan Lokal Mobil Desa 100%, Harga Rp 60 Juta


Jakarta, autokritik – Kementerian Perindustrian (Kemenperin) membuat lima prototipe mobil perdesaan, yang telah menjalani tes jalan sepanjang 100 ribu kilometer (km) dan uji emisi. Pengembangan prototipe ditargetkan rampung Agustus 2017. 

“Hasil pengujian cukup bagus. Namun, kami masih memperbaiki desain dan kelengkapan dari kelima prototipe tersebut,” ujar Menteri Perindustrian (Menperin) Airlangga Hartarto usai bertemu Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Eko Putro Sandjojo di Kementerian Perindustrian, Jumat (3/2).

Menurut dia, Kemenperin akan menggandeng Toyota dan Daihatsu untuk menggarap proyek mobil desa yang dibanderol Rp 60 juta per unit. Dua pabrikan otomotif Jepang itu akan memasok komponen utama, yakni mesin dan transmisi.

Mobil desa menggunakan sistem penggerak 4×4, berjenis pickup, dan dibekali mesin 1.000 cc. Bagian belakang mobil bisa diubah-ubah sesuai aktivitas, sehingga bisa membawa alat atau hasil pertanian.

Airlangga mengatakan, kendaraan perdesaan merupakan wujud kemandirian industri nasional, karena 100% komponennya dari dalam negeri. Kendaraan ini diharapkan mendorong kegiatan ekonomi di perdesaan, termasuk bagi sektor industri kecil dan menengah (IKM).

“Pengembangan mobil ini bertujuan memenuhi kebutuhan masyarakat desa terhadap alat angkut yang laik jalan. Varian dari kendaraan pedesaan ini akan mengikuti kontur pedesaan masing-masing,” kata dia.

Kemenperin, kata dia, membuka kesempatan kepada siapapun yang ingin memproduksi prototipe mobil desa. Selain menciptakan prototipe, Kemenperin akan menetapkan standar produk serta mentransfer teknologi kepada para peminat yang ingin membuat mobil desa tersebut. Bahkan, Kemenperin optimistis, peluang pasar untuk kendaraan kecil ini masih cukup besar dengan segmen di bawah 1000 cc.

42% Kapasitas Industri Mobil Nganggur

ilustrasi-mobil

Jakarta, autokritik – Produksi mobil tahun lalu mencapai 1,177 juta unit, naik dari 2015 sebanyak 1,098 juta unit. Utilisasi industri mobil tahun lalu mencapai 58%, sehingga 42% kapasitas industri mobil menganggur.

Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), penjualan mobil domestik tahun lalu mencapai 1,06 juta unit, naik dari 2015 sebanyak 1,013 juta unit. Namun, ekspor turun 6% menjadi 194 ribu unit dari tahun sebelumnya 207 ribu unit.

Tahun ini, kapasitas produksi terpasang industri mobil bakal naik 14% menjadi 2,2 juta unit dari 1,9 juta unit, seiring beroperasinya dua pabrik baru milik Mitsubishi dan Wuling berkapasitas total 280 ribu unit.

Adapun penjualan mobil domestik diperkirakan mencapai 1,1 juta unit dan ekspor kembali ke level 200 ribu unit. Itu artinya, pertumbuhan produksi tidak sebanding dengan penambahan kapasitas produksi terpasang.

Merujuk fakta itu, perang diskon tahun ini bakal tetap marak. Pabrikan akan berjuang mati-matian menggenjot produksi untuk menghindari kerugian. (snx)

Gesek GSX di Sentul Cuma Dapat 136 Kpj

gsx-sentul

Bogor, autokritik – PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) menggelar test ride perdana GSX-R150 untuk jurnalis dan blogger di sirkuit Sentul, Bogor, Jawa Barat, belum lama ini. Ada 15 unit motor yang disediakan untuk menggesek aspal Sentul yang dibilang Maverick Vinales, pembalap Movistar Yamaha, berbahaya.

Autokritik bisa ikut acara itu dengan mendompleng nama kantor. Ya, namanya juga agen ganda, blogger juga, jurnalis juga.

Autokritik tiba di Sentul sekitar pukul 12.00 WIB disambut mendung. Saat itu, sesi untuk media telah selesai, sehingga autokritik mengikuti test ride bareng para blogger kondang, seperti IWB, Kobayogas, dan kawan-kawan. Sesi ini digelar sehabis makan siang.

Waktu yang ditunggu akhirnya tiba. Autokritik kebagian GSX 150 kelir hitam. Sempat bingung juga mencari kunci untuk menghidupkan mesin. Untung ada panitia yang bersedia memberikan petunjuk. Autokritik baru ingat motor ini menggunakan keyless iginition system bak mobil. Posisinya ada di tengah setang. Tinggal geser ke kanan, lalu tekan tombol kontak di setang kanan dan GSX 150 menyala.

Wow, posisi riding ternyata sangat membungkuk, seperti Ninja KRR 150 yang legendaris itu, Ninja 250, dan Cibie 250RR. Ini di luar ekspektasi, karena dari segi tongkrongan, motor ini terlihat kompak.

Kawanan blogger motor brutal sudah tak sabar membejek gas GSX 150. Mereka meninggalkan autokritik yang masih butuh penyesuaian. Autokritik membuntuti salah satu dari mereka sedang membanting motor ke kiri dan kanan bak pembalap MotoGP dii paddock. Biarkan saja, namanya juga orang berekspresi.

Blogger kawakan tancap gas, autokritik masih santai mengikuti tiga rider terbelakang. Baru selepas tikungan pertama, motor mulai digas. Lumayan responsif mesinnya, terutama di bawah. Gas terus sampe rpm tembus 10 ribu, 12 ribu. Mantap juga tenaga bawah motor ini. Kecepatan 100 kpj mah mudah digapai.

GSX 150 dibekasi mesin berkapasitas 147,3 cc, DOHC, empat langkah, satu silinder. Berdasarkan data resmi SIS, tenaga maksimal motor ini mencapai 18,9 dk/10.500 rpm, sedangkan torsi maksimal 14 Nm/9.000 rpm.

Penyesuaian usai setelah lap pertama. Begitu masuk tikungan terakhir, motor langsung digas habis-habisan. Cuma, ya berhubung jarang main di Sentul, autokritik harus ekstra hati-hati. Motor meraung, tapi masih stabil. Dari gigi 1-4, digas sampai rpm mentok di 13 ribu. Kecepatan puncak di sesi ini cuma 131 kpj. Ya, namanya juga amatir, maklumin saja.

Masuk tikungan, autokritik mencoba bermanuver bak pembalap MotoGp. Motor ini enak diajak berselancar di tikungan Sentul. Autokritik cocok dengan bobot motor ini yang hanya 131 kg, termasuk bensin dan oli. Ini merupakan bobot teringan di kelasnya, sehingga cocok bagi manusia kerempeng seperti autokritik.
Asyik juga nih keluar masuk tikungan dengan GSX 150. Rem cakram depan dan belakang mendukung manuver ini, sehingga lumayan PD ngegas di tikungan, meski dalam dosis yang tak ekstrem hehehehe.

Di tikungan terakhir, autokritik mencoba menjaga kecepatan, dengan mengikuti racing line dua blogger di depan. Wih, berhasil di level 70 kpj. Pertahankan kecepatan dan gas begitu keluar tikungan. Terus merayap dari gigi ke gigi, rpm ke rpm. Posisi badan membungkuklah biar dilihat keren sama yang di paddock. Sayang, tidak ada yang motret. Ga masalah, namanya juga blogger ga ngetop.

GSX terus menggeliat di trek lurus, hingga akhirnya menyentuh top speed 136 kpj. Ini jauh dari perolehan teman-teman media yang rata-rata 140 kpj ke atas. Jadi, sebenarnya potensi motor masih sangat besar, tergantung pada nyali dan skill pengendara.

Autokritik cuek dan tetap mencoba bermanuver. Sedang asyik mengegas sedikit di tikungan, di depan autokritik terjadi insiden. Rupanya ada blogger yang keenakan ngegas, lupa ngerem, sehingga keluar lintasan. Beruntung dia tidak jatuh dan kembali ke lintasan, setelah diasapi autokritik. Untuk kali pertama, autokritik berada di urutan dua buncit. Lumayan bro hehehe.

Akhirnya, bendera merah dikibarkan, tanda test ride usai. Ya mau bagaimana lagi? Namanya juga tes gratisan. Autokritik masuk pit dan cukup puas dengan acara ini.

Harga Pajero Sport Belum Tentu Turun

Pajero bermain di lumpur Kuningan, Jakarta Selatan

Pajero bermain di lumpur Kuningan, Jakarta Selatan


Bekasi, autokritik – Mitsubishi Motors Corporation (MMC) akan memulai produksi massal All New Pajero Sport di pabrik Cikarang, Bekasi, Jawa Barat, April mendatang. Meski telah dilokalisasi, harga Pajero Sport belum tentu turun.

Tahap awal, kandungan komponen lokal Pajero Sport sangat rendah, hanya 35%. Ini karena MMC belum berniat membuat mesin Pajero Sport di Indonesia.

“Skala ekonomi untuk membuat mesin belum memadai. Ini tetap berlaku, kendati MMC berhasil mencapai level produksi 160 ribu unit atau sesuai dengan kapasitas produksi terpasang pabrik,” ujar Presiden Direktur PT Krama Yudha Tiga Berlian Motors (KTB), distributor kendaraan MMC di Indonesia, Hisashi Ishimaki Senin (30/1).

Dia belum bisa memastikan pasokan mesin Pajero Sport berasal dari mana. Yang jelas, saat ini, Pajero Sport diimpor dari Thailand.

Dia menambakan, selain Pajero, MMC akan memproduksi model small MPV (SMPV) dan L300 di pabrik di kawasan industri Deltamas, Cikarang, Bekasi, Jawa Barat, yang menelan investasi US$ 600 juta.

Dia menargetkan produksi pabrik itu mencapai 160 ribu unit pada 2018. Perinciannya, sebanyak 80 ribu unit ditargetkan disumbangkan SMPV, Pajero Sport 40 ribu unit, dan L300 40 ribu unit.

Sementara itu, dia menuturkan, KTB telah menguji XM Concept, mobil yang menjadi basis pengembangan SMPV di Indonesia. Namun, dia memastikan, mobil yang dites itu tidak diproduksi di pabrik Cikarang. Harga XM rencananya ditetapkan pada Agustus 2017. Selanjutnya, pra-produksi dilakukan pada September dan produksi massal pada Oktober. (snx)

Mendongkrak Kandungan Lokal Benaran

img_0797
Jakarta, autokritik – Tantangan terbesar industri otomotif Indonesia saat ini adalah meningkatkan daya saing. Ini bisa dilakukan dengan terus meningkatkan kandungan komponen yang benar-benar lokal (true local content).

Wakil Presiden Direktur PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) Warih Andang Tjahjono menuturkan, kandungan lokal mobil produksi TMMIN saat ini rata-rata mencapai 80%. Namun, true local content hanya 60%. Ini terjadi karena bahan baku komponen mobil yang dibuat masih diimpor, antara lain baja, resin, dan aluminium.

Pada titik inilah, dia menegaskan, Indonesia perlu memperkuat industri hulu yang selama ini berperan dalam memasok bahan baku industri hilir. Cara ini dilakukan negara lain, seperti Thailand dan Taiwan.

“Kalau kita bisa memperkuat industri hulu, gap antara local content dan true local content bisa diperkecil,” papar dia. (snx)