Category: Mobil

Toyota Siram Indonesia Rp 25 Triliun

Jakarta, autokritik – Toyota Motor Corporation (TMC), raksasa otomotif Jepang, akan meningkatkan investasi di Indonesia dari Rp 20 triliun menjadi Rp 25 triliun hingga 2019. Komitmen itu disampaikan Presiden TMC Akio Toyoda dalam pertemuan dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (13/3).

Investasi itu dikucurkan oleh perusahaan-perusahaan di bawah Grup Toyota. Sebagai contoh, PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) agresif mengucurkan investasi untuk membangun pabrik mesin, perakitan, dan memproduksi mobil baru.

Saat ini, TMMIN memiliki pabrik perakitan di Karawang, Jawa Barat, berkapasitas produksi terpasang 250 ribu unit per tahun. TMMIN juga telah menuntaskan pembangunan pabrik mesin aluminium di Karawang berkapasitas 216 ribu unit per tahun dengan investasi Rp 2,3 triliun.

“Hingga saat ini, Toyota telah mengucurkan investasi Rp 18 triliun, sehingga masih ada alokasi investasi Rp 7 triliun yang akan dihabiskan hingga 2019,” ujar Menteri Perindustrian (Menperin) Airlangga Hartarto yang hadir dalam pertemuan Akio Toyoda dan Jokowi.

Dia mengatakan, saat bertemu Jokowi, Toyoda didampingi calon Presiden Direktur TMMIN yang baru Warih Andang Tjahjono. Pada pertemuan itu, Toyota berjanji akan berkontribusi positif dalam pengembangan industri otomotif dalam negeri, melalui peningkatan investasi, ekspor, ketenagakerjaan, dan peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM).

“Toyota juga mendorong untuk mengadakan program magang selama enam bulan. Jadi sejalan‎ dengan vocational training dan vocational school pemerintah,” kata dia. (ID)

Bos Indomobil: Proyek Mobil Desa Tak Jelas 


Jakarta, autokritik – Rencana pemerintah membuat mobil desa seharga Rp 60 juta menuai kritik dari Komisaris Grup Indomobil Gunadi Sindhuwinata. Tokoh otomotif senior itu menilai program mobil desa tidak jelas. 

“Sebelum membuat program mobil desa, seharusnya pemerintah menentukan target pasarnya, siapa pemakainya, apakah untuk kebutuhan panen saja atau bisa menjadi kendaraan penumpang. Hal-hal seperti itu hingga kini belum jelas,” kata dia di Jakaera, akhir pekan lalu. 

Dia juga meragukan harga mobil bisa Rp 60 juta. Sebab, belum jelas apakah mobil desa hanya sasis saja atau bak terbuka. Ini harus ditentukan pemerintah. Jangan sampai mobil desa akhirnya berakhir menjadi kendaraan roda tiga yang tidak ada aturannya. 

Selain itu, demikian Gunadi, pemerintah harus memberikan insentif kepada pabrikan jika harga jual melampaui patokan. Sejauh ini, insentif diberikan kepad pabrikan yang menggarap mobil murah ramah lingkungan alias LCGC. Bentuknya penerapan PPnBM 0%. 

Di luar itu, dia menilai prospek mobil desa cukup solid, seiring terus tumbuhnya ekonomi perdesaan. Kalangan pabrikan bisa saja merangsek ke segmen ini jika pasarnya terbukti menggiurkan. 

42% Kapasitas Industri Mobil Nganggur

ilustrasi-mobil

Jakarta, autokritik – Produksi mobil tahun lalu mencapai 1,177 juta unit, naik dari 2015 sebanyak 1,098 juta unit. Utilisasi industri mobil tahun lalu mencapai 58%, sehingga 42% kapasitas industri mobil menganggur.

Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), penjualan mobil domestik tahun lalu mencapai 1,06 juta unit, naik dari 2015 sebanyak 1,013 juta unit. Namun, ekspor turun 6% menjadi 194 ribu unit dari tahun sebelumnya 207 ribu unit.

Tahun ini, kapasitas produksi terpasang industri mobil bakal naik 14% menjadi 2,2 juta unit dari 1,9 juta unit, seiring beroperasinya dua pabrik baru milik Mitsubishi dan Wuling berkapasitas total 280 ribu unit.

Adapun penjualan mobil domestik diperkirakan mencapai 1,1 juta unit dan ekspor kembali ke level 200 ribu unit. Itu artinya, pertumbuhan produksi tidak sebanding dengan penambahan kapasitas produksi terpasang.

Merujuk fakta itu, perang diskon tahun ini bakal tetap marak. Pabrikan akan berjuang mati-matian menggenjot produksi untuk menghindari kerugian. (snx)

Harga Pajero Sport Belum Tentu Turun

Pajero bermain di lumpur Kuningan, Jakarta Selatan

Pajero bermain di lumpur Kuningan, Jakarta Selatan


Bekasi, autokritik – Mitsubishi Motors Corporation (MMC) akan memulai produksi massal All New Pajero Sport di pabrik Cikarang, Bekasi, Jawa Barat, April mendatang. Meski telah dilokalisasi, harga Pajero Sport belum tentu turun.

Tahap awal, kandungan komponen lokal Pajero Sport sangat rendah, hanya 35%. Ini karena MMC belum berniat membuat mesin Pajero Sport di Indonesia.

“Skala ekonomi untuk membuat mesin belum memadai. Ini tetap berlaku, kendati MMC berhasil mencapai level produksi 160 ribu unit atau sesuai dengan kapasitas produksi terpasang pabrik,” ujar Presiden Direktur PT Krama Yudha Tiga Berlian Motors (KTB), distributor kendaraan MMC di Indonesia, Hisashi Ishimaki Senin (30/1).

Dia belum bisa memastikan pasokan mesin Pajero Sport berasal dari mana. Yang jelas, saat ini, Pajero Sport diimpor dari Thailand.

Dia menambakan, selain Pajero, MMC akan memproduksi model small MPV (SMPV) dan L300 di pabrik di kawasan industri Deltamas, Cikarang, Bekasi, Jawa Barat, yang menelan investasi US$ 600 juta.

Dia menargetkan produksi pabrik itu mencapai 160 ribu unit pada 2018. Perinciannya, sebanyak 80 ribu unit ditargetkan disumbangkan SMPV, Pajero Sport 40 ribu unit, dan L300 40 ribu unit.

Sementara itu, dia menuturkan, KTB telah menguji XM Concept, mobil yang menjadi basis pengembangan SMPV di Indonesia. Namun, dia memastikan, mobil yang dites itu tidak diproduksi di pabrik Cikarang. Harga XM rencananya ditetapkan pada Agustus 2017. Selanjutnya, pra-produksi dilakukan pada September dan produksi massal pada Oktober. (snx)

Mendongkrak Kandungan Lokal Benaran

img_0797
Jakarta, autokritik – Tantangan terbesar industri otomotif Indonesia saat ini adalah meningkatkan daya saing. Ini bisa dilakukan dengan terus meningkatkan kandungan komponen yang benar-benar lokal (true local content).

Wakil Presiden Direktur PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) Warih Andang Tjahjono menuturkan, kandungan lokal mobil produksi TMMIN saat ini rata-rata mencapai 80%. Namun, true local content hanya 60%. Ini terjadi karena bahan baku komponen mobil yang dibuat masih diimpor, antara lain baja, resin, dan aluminium.

Pada titik inilah, dia menegaskan, Indonesia perlu memperkuat industri hulu yang selama ini berperan dalam memasok bahan baku industri hilir. Cara ini dilakukan negara lain, seperti Thailand dan Taiwan.

“Kalau kita bisa memperkuat industri hulu, gap antara local content dan true local content bisa diperkecil,” papar dia. (snx)

Mobil Jadi Kebutuhan Kedua setelah Makan

img_0867

Jakarta, autokritik – Frost and Sullivan, perusahaan riset pasar global, memproyeksikan penjualan mobil di Indonesia tumbuh 5% menjadi 1,1 juta unit pada 2017, dibandingkan 2016 sebanyak 1,06 juta unit. Mobil murah ramah lingkungan (low cost green car/LCGC) dan kendaraan multiguna (multipurpose vehicle/MPV) bakal menopang pertumbuhan penjualan mobil tahun ini.

Vice President Of The Mobility Practice Frost and Sullivan Vivek Vaidya mengatakan, berdasarkan hasil survei yang dilakukan awal tahun, terdapat beberapa faktor yang akan mendorong penjualan mobil tahun ini, yakni pertumbuhan ekonomi Indonesia yang diperkirakan mencapai 5%, sehingga memengaruhi daya beli konsumen, penguatan nilai tukar rupiah, dan maraknya pembangunan infrastruktur.

Selain itu, dia menuturkan, suksesnya program tax amnesty dan pesatnya pertumbuhan kelas menengah berdampak positif terhadap pasar mobil. Pada 2020, jumlah kelas menengah di Indonesia diperkirakan mencapai 150 juta orang.

“Kendaraan sudah menjadi kebutuhan kedua setelah makan, sehingga industri otomotif masih punya prospek cerah di Indonesia. Kendaraan penumpang bakal tetap mendominasi penjualan mobil,” ujar dia di Jakarta, Rabu (25/1).

Dia menuturkan, jenis mobil yang diminati tahun ini masih sama seperti tahun lalu, yakni mobil murah ramah lingkungan (low cost green car/LCGC) dan kendaraan multiguna (multipurpose vehicle/MPV). Namun, segmen yang akan mencetak kenaikan penjualan signifikan adalah sport utility vehicle (SUV).

Seiring dengan itu, dia menegaskan, SUV berpotensi menggantikan MPV sebagai kendaraan terlaris di Indonesia dalam beberapa tahun ke depan. SUV diminati karena lebih lapang dan cocok untuk konsumen Indonesia. (ID)

Honda Melambat pada 2017

penampakan-new-mobilio

Jakarta, autokritk – PT Honda Prospect Motor (HPM) menargetkan penjualan tahun ini mencapai 210 ribu unit, tumbuh 10% dibandingkan 2016 sebanyak 199.364 unit. Pertumbuhan itu lebih rendah dari 2016 sebesar 25%.

Marketing and After Sales Service Director HPM Jonfis Fandy mengatakan, 2016, merupakan tahun yang cukup penting bagi Honda, karena berhasil meraih pertumbuhan penjualan cukup tinggi sebesar 199.364 unit. Ini merupakan rekor penjualan tertinggi Honda di Indonesia. Pangsa pasar Honda juga naik dari 16% pada 2015 menjadi 19% pada 2016.

“Dengan prestasi yang diraih pada 2016, kami optimistis bisa memacu penjualan pada 2017,” ujar dia di Jakarta, Kamis (12/1), seperti dilansir Investor Daily.

Dia menegaskan, ada tiga faktor utama yang mendongkrak penjualan Honda pada 2017. Pertama, perekonomian Indonesia diperkirakan tumbuh pada level 5%. Kedua, inflasi terkendali. Ketiga, dana yang dideklarasikan pada program tax amnesty cukup besar, Rp 4.305 triliun.

Dia menyatakan, kontribusi terbesar penjualan pada 2017 diperkirakan masih sama seperti 2016, yaitu BR-V dan Mobilio. Sepanjang 2016, kedua produk ini mendominasi penjualan dan diperkirakan. “Segmen SUV yang dihuni BR-V tetap tumbuh pada 2017,” ujar dia.

Untuk mencapai target penjualan pada 2017, demikian Jonfis, Honda juga terus menambah jumlah diler. Saat ini, jumlah diler Honda mencapai 167 dealer dan ditargetkan mencapai 205 hingga akhir 2017. (ID)

Honda Kedodoran

Suasana booth Honda di IIMS 2016

Suasana booth Honda di IIMS 2016

Jakarta, autokritik – Honda kembali memecahkan rekor penjualan tahunan tertinggi di Indonesia, setelah membukukan penjualan sebesar 199.364 unit sepanjang 2016. Jumlah itu naik 25,18% dibandingkan 159.253 unit.

Namun, penjualan Honda ambles 15,6% menjadi 13.926 unit, dibandingkan November sebanyak 16.501 unit. Dibandingkan bulan sama 2015, penjualan naik dari 11.875 unit.

Kontributor terbesar dalam peningkatan penjualan Honda sepanjang 2016 datang dari beberapa model unggulan Honda, seperti New Mobilio, BR-V, Brio Satya, HR-V 1.5L dan All New Honda Jazz. Di urutan pertama, Mobilio meraup total penjualan sebanyak 39.482 unit sepanjang 2016.

Kontributor terbesar kedua berasal dari BR-V sebanyak 38.666 unit, diikuti New Honda Brio Satya 36.470 unit, HR-V 36.281, Jazz 18.110 unit. Sementara itu, penjualan Brio RS mencapai 10.026 unit, HR-V 1.8L 8.050 unit, dan CR-V 7.853 unit.

Di segmen sedan, All New Honda Civic membukukan penjualan 1.681 uni, City 1.213 unit, Accord 541 unit. Adapun penjualan Freed mencapai 617 unit, Odyssey 239 unit, dan CR-Z 135 unit.

“Penjualan Honda berhasil melampaui target pada 2016. Dengan demikian, 2016 merupakan tahun kelima secara berturut-turut sejak 2011 Honda berhasil memecahkan rekor penjualan di Indonesia. Kami berharap dapat menghasilkan inovasi baru serta mempertahankan tren peningkatan penjualan ini dari tahun ke tahun,” ujar Direktur Pemasaran dan Layanan Purnajual PT Honda Prospect Motor (HPM) Jonfis Fandy, Selasa (3/1). (snx)

Kapasitas Industri Mobil Tahun Ini Naik 14%

ilustrasi-mobil

Jakarta, autokritik – Kapasitas produksi terpasang industri mobil tahun ini bakal naik 14% menjadi 2,2 juta unit dari tahun lalu 1,9 juta unit, seiring beroperasinya dua pabrik baru milik Mitsubishi dan Wuling berkapasitas total 280 ribu unit.

Seiring dengan itu, kelebihan kapasitas (overkapasitas) industri mobil bakal kian kronis, yakni sebanyak 1 juta unit dari tahun lalu 800 ribu unit. Ini lantaran pertumbuhan penjualan tak sebanding dengan penambahan kapasitas terpasang.

Tahun ini, penjualan mobil domestik diperkirakan naik 5% menjadi 1,1 juta unit, sedangkan ekspor mobil dalam bentuk utuh (CBU) stagnan di level 200 ribu unit. Merujuk proyek itu, total produksi diperkirakan sekitar 1,2 juta unit, dengan asumsi impor CBU mencapai 100 ribu unit.

Alhasil, perang diskon diperkirakan tetap terjadi tahun ini. Sebab, kemampuan suplai industri tidak diimbangi dengan lonjakan permintaan mobil. Perang diskon telah terjadi sejak 2013. (snx)

Kapitalisasi Pasar Mobil Rp 233 Triliun

Suasana pameran GIIAS 2016

Suasana pameran GIIAS 2016

Jakarta, autokritik – Kapitalisasi pasar mobil diperkirakan mencapai Rp 233 triliun sepanjang 2016, naik 17,5% dari 2015 Rp 198 triliun. Volume penjualan ditaksir tumbuh 2,2% menjadi 1,036 juta unit dari 1 juta unit.

Berdasarkan laporan riset Trimegah Securities, lonjakan nilai pasar mobil lebih besar dari pertumbuhan volume. Ini lantaran kontribusi omzet mobil di atas Rp 400-700 juta dan di atas Rp 700 juta membesar. Tren ini berlangsung sejak 2013.

Trimegah mencatat, porsi omzet segmen itu pada 2013 mencapai 14,6%, lalu naik menjadi 16,4% pada 2014, 18,9% pada 2015, dan 21,3% per Agustus 2016. Adapun kontribusi segmen itu terhadap total pasar mencapai 7% pada 2013, 5,8% pada 2014, 6,4% pada 2015,dan 8% per Agustus 2016.

“Kenaikan omzet mobil high end dipicu kehadiran upper SUV seperti Fortuner, Pajero, CRV, dan X-trail, sedangkan mobil premium dari Alphard dan BMW,” tulis Trimegah.

Trimegah memprediksi program pengampunan pajak (tax amnesty) mendongkrak penjualan dua segmen itu. Per September 2016, total deklarasi dan repatriasi mencapai Rp 3.625 triliun dari sekitar 347 ribu orang. (snx)