Category: Industri

Astra Makin Tua Makin Gila

astra-ultah

Jakarta, autokritik – Grup Astra merayakan ulang tahun ke-60 tahun ini. Di usia yang semakin tua, Astra bukannya meredup, tapi malah semakin gila mencengkeram industri otomotif Indonesia.

Tahun lalu, pangsa pasar Astra di bisnis mobil domestik melonjak dari 50% menjadi 56% melalui tiga merek utama, Toyota, Daihatsu, dan Isuzu. Di bisnis motor, Astra makin gila lagi, lantaran menguasai 73% pasar melalui merek Honda.

Januari 2017, pangsa pasar Honda melompat lagi menjadi 78%, meninggalkan jauh lawan-lawannya, seperti Yamaha dan Suzuki. Yamaha sempat mengkudeta Honda pada 2009 di penjualan bulanan. Namun, dalam dua tahun terakhir, pamor Yamaha meredup dan makin tergilas Honda.

Meski begitu, Astra ketar-ketir melihat prospek penjualan sepeda motor tahun ini, seiring langkah pemerintah menaikkan biaya STNK dan BPKB. Bulan lalu, merujuk keterangan salah satu GM PT Astra Honda Motor (AHM), distributor dan pemanufaktur motor Honda, penjualan motor secara ritel ambles 30%. Padahal, penjualan secara wholesales yang dikerap Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI) melesat 14%. (snx)

Chandra Asri Masuk Toyota

ilustrasi-mobil

Jakarta, autokritik – PT Chandra Asri Petrochemical (CAP) memasok resin polipropilena (PP) impact copolymer ke PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN). Resin ini akan digunakan sebagai bahan baku pembuatan komponen mobil Toyota Vios dan Yaris.

Devisa negara yang dapat dihemat dari substitusi impor resin dan komponen mobil ini diperkirakan sekitar US$ 60 juta per tahun. Selain untuk Vios dan Yaris, CAP berencana untuk memasok produk itu ke Fortuner, Kijang Innova, dan LCGC Toyota. PP CAP kini juga digunakan LCGC Daihatsu dan mobil serta motor Honda.

Menteri Perindustrian (Menperin) Airlangga Hartarto mengatakan, kerja sama CAP dan TMMIN sesuai dengan visi Kementerian Perindustrian (Kemenperin) memperdalam struktur industri otomotif nasional. Kerja sama itu juga akan mendorong pertumbuhan industri komponen kendaraan di dalam negeri.

Saat ini, dia mencatat, terdapat sekitar 1.500 perusahaan komponen otomotif di Indonesia, dari lapis satu hingga tiga. Manuver dua perusahaan itu juga menjadi momentum transfer teknologi dan pengembangan sumber daya manusia (SDM) di sektor otomotif.

Industri otomotif nasional, kata dia, saat ini mampu memenuhi tingkat komponen dalam negeri (TKDN) yang berbasis bahan baku lokal sekitar 60%. Kemenperin menargetkan, TKDN lokal mencapai 90% pada 2018-2019 melalui penyerapan plastik dan baja lokal.

“Dengan didukung beberapa kebijakan pemerintah dalam menciptakan iklim usaha yang kondusif, kerja sama ini menjadi momentum penting untuk memaksimalkan kinerja industri kita, terutama di sektor otomotif sekaligus guna mendongkrak pertumbuhan ekonomi nasional,” kata Airlangga, Kamis (9/2).

Industri otomotif merupakan salah satu sektor prioritas dalam kebijakan industri nasional. Produksi mobil ditargetkan mencapai 2,5 juta unit pada 2020.

Presiden Direktur CAP Erwin Ciputra mengatakan, kerja sama itu merupakan lahan pemasaran baru yang akan terus meningkat, seiring perkembangan industri otomotif. Kerja sama itu dapat meningkatkan performa industri compounding dan moulding dalam negeri, yaitu PT Hexa Indonesia yang menambahkan aditif dan pewarna pada resin serta PT Sugity yang mencetak resin menjadi komponen otomotif.

Erwin berharap CAP dapat memasok kebutuhan PP sebanyak 25 ribu ton per tahun untuk 500 ribu unit mobil, dengan pemakaian rata-rata 50 kg per unit. Sementara itu, kapasitas pabrik PP CAP saat ini mencapai 480 ribu ton per tahun dan akan ditingkatkan menjadi 580 ribu ton per tahun dalam beberapa tahun ke depan. Ini untuk menutup kebutuhan industri plastik di Indonesia.

“Pemenuhan PP impact copolymer untuk industri otomotif nasional dapat terjamin oleh CAP,” papar Erwin.

Sementara itu, Presiden Direktur TMMIN Masahiro Nonami mengatakan, industri otomotif memiliki peran penting dalam mendorong perekonomian suatu negara. Langkah strategis yang perlu dilakukan dalam mencapai beberapa target tersebut antara lain peningkatan produktivitas, efisiensi logistik dan penggunaan material lokal.

Nonami mengungkapkan, tidak lama lagi TMMIN akan meningkatkan komponen lokal dari bahan baku yang diproduksi industri dalam negeri, seperti material resin lain (PP-3 dan TSOP), karet sintetis, dan aluminium. “Kami percaya, industri otomotif di Indonesia mampu mengejar pesaing utamanya, Thailand,” kata Nonami.

22% Korban Kecelakaan Pejalan Kaki


Jakarta, autokritik  – Pedestrian masih menjadi kelompok pengguna jalan yang rentan kecelakaan lalu lintas. Di Indonesia, setiap hari belasan pedestrian meregang nyawa di jalan raya. Belum lagi mereka yang menderita luka dan menanggung hilangnya produktivitas.

Di dunia, data World Health Organization (WHO) menyatakan, 22% korban kecelakaan adalah pejalan kaki. Angka itu setara dengan 747 pedestrian tewas per hari.

Di sisi lain, kebijakan pemangku kepentingan yang berpihak pada pedestrian masih setengah hati. “Lihat saja misalnya, fasilitas trotoar, jembatan penyeberangan orang (JPO), dan zebra cross yang demikian minim,” ujar Alfred Sitorus, koordinator Koalisi Pejalan Kaki (KoPK), di Jakarta, Minggu (22/1).

Dia menambahkan, Indonesia masih ingat fakta paling kelam ketika 13 pedestrian diterjang mobil yang dikemudikan pengendara mobil yang lepas kendali. Sembilan orang meregang nyawa dan empat menderita luka berat, pada suatu pagi di Jakarta, 22 Januari 2012.

“KoPK menyerukan 22 Januari sebagai Hari Pedestrian. Hari untuk para pejalan kaki saling mengingatkan pentingnya keselamatan berlalu lintas jalan,” tutur Alfred.

Sementara itu, Edo Rusyanto, koordinator Jaringan Aksi Keselamatan Jalan (Jarak Aman), menegaskan, hak pejalan kaki masih tercabik-cabik oleh perilaku pengendara yang super egois. Fasilitas pedestrian dijarah. “Motif ekonomi dan perilaku egois menjadi pemicu terjadinya itu semua,” tukas dia dalam kesempatan yang sama.

Dia berharap, seluruh pengguna jalan memprioritaskan keselamatan jalan. Tahun 2016, masih terjadi 288 kecelakaan per hari. “Tahun lalu, setiap hari 72 jiwa melayang akibat kecelakaan,” kata dia.

Alfred menegaskan, perhatian pemerintah terhadap pejalan kaki masih timpang dibandingkan dengan kasus lain seperti penyalahgunaan narkoba, terorisme, dan bencana alam.

Koalisi Pejalan Kaki menginginkan Kepolisian Republik Indonesia menegakkan hukum dengan lebih tegas, konsisten, transparan, kredibel, dan tidak pandang bulu. Lalu, pemerintah menyediakan sarana transportasi umum yang aman, nyaman, selamat, terjangkau secara akses dan finansial.

Sementara itu, masyarakat diminta untuk selalu mematuhi aturan yang berlaku, yakni UU No. 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. “Yang pasti, trotoar, zebra cross, jembatan penyeberangan orang adalah hak dan kedaulatan para pejalan kaki. Mari rebut kembali,” tegas dia. (snx) 

GIIAS dan IIMS Tak Memuaskan, Industri Komponen Gelar Pameran Sendiri

ilustrasi-pameran

Jakarta, autokritik – Pebisnis komponen menilai pameran untuk pasar aftermarket belum terselenggara maksimal di Indonesia. Saat ini, ada dua pameran otomotif yang menyedot perhatian, yakni Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2016 dan Indonesia International Motor Show (IIMS).

Seiring dengan itu, Nine Events dan Tarsus Group UK bekerja sama menyelenggaraan AutoPro Indonesia, 23-25 Februari 2017, di Hall A-B, Jakarta Convention Centre (JCC), Jakarta. Industri komponen aftermarket nasional dapat memanfaatkan ajang ini dengan maksimal.

AutoPro Indonesia 2017 adalah pameran business to business (B2B) yang akan mempertemukan para pemain utama dari industri komponen aftermarket, baik domestik maupun internasional untuk berkolaborasi dan memperkenalkan produk terkini mereka hingga ke pasar global.

“Di AutoPro, seluruh merek produk aftermarket dapat memperbesar potensi pasar mereka tak hanya di pasar Tanah Air saja, namun hingga ke pasar global. Kolaborasi merek lokal dan global juga dapat terjadi di AutoPro sehingga pada akhirnya, semua pihak dapat saling menguntungkan,” ujar Presiden Direktur Nine Events Lia Indriasari, Selasa (17/1).

Ajang perdana AutoPro Indonesia akan menghadirkan 100 lebih merek global yang akan dipertemukan dengan 6 ribu pembeli potensial. Berbagai merek produk aftermarket ternama di dunia, mulai dari ban, kaca film, sistem audio-video, lampu, pelapis jok, antikarat, perawatan mobil, alat perbengkelan, pelumas hingga produk performance dan tuning, sudah memastikan akan mengikuti gelaran AutoPro Indonesia 2017.

Mereka adalah GT Radial, Pioneer, V-Kool, Venom, Cronos Leatherette, Himawan Putra, Accelera, Llumar, Autovision, Protera, Evalube, Wincos, Proxima, Alcantara, Ziebart, Turtle Wax, STP, Armor All, Brembo, AP Racing, Holey, Supertech, ARP, Energy Suspension, CP Carillo, Cometic, Weber, ACL, MSD, Tomei, Garret, Skunk2, Spoon, hingga Edelbrock. (snx)

Nilai Pasar Angkutan Online Rp 195 Triliun

ilustrasi-gojek

Jakarta, autokritik – Ernst & Young Advisory Services Sdn Bhd (EY) memprediksi nilai pasar angkutan online Indonesia mencapai US$ 15 miliar atau Rp 195 triliun per tahun. Besarnya kue bisnis ini membuat banyak perusahaan ekuitas swasta (private equity/PE) tergiur untuk masuk.

EY mencatat, sebanyak 32 PE bertransaksi di Asia Tenggara senilai US$ 1,9 miliar selama kuartal III-2016. Dari jumlah itu, sebanyak US$ 1,3 miliar diinvestasikan ke dua perusahaan angkutan online yang beroperasi di Indonesia. EY mencatat, nilai transaksi PE kuartal III tahun lalu melampaui torehan selama semester I.

“Kesuksesan dua perusahaan angkutan online meraup pendanaan US$ 1,3 miliar menunjukkan evolusi cepat bisnis berbasis teknologi di Asean,” ujar Luke Pais,  Asean mergers and acquisitions and PE leader EY, seperti dilansir TheStar, kemarin.

EY tidak menyebutkan nama dua perusahaan itu. Dari penelusuran autokritik, awal Agustus 2016, GO-JEK memperoleh pendanaan sebesar US$ 550 juta (sekitar Rp 7,2 triliun) dari KKR, Warburg Pincus, Farallon Capital, Capital Group Private Markets, dan beberapa investor mereka sebelumnya.

Selanjutnya, Grab, pada 20 September 2016 mengumumkan meraih pendanaan baru senilai US$ 750 juta (sekitar Rp 9,8 triliun). Putaran investasi terbaru ini dipimpin oleh Softbank.

Grab berbasis di Malaysia. Namun, perusahaan ini memiliki operasional yang kuat di Indonesia. Techinasia melaporkan, setelah pendanaan terbaru itu, Grab memiliki tabungan sebesar US$ 1 miliar (sekitar Rp 13 triliun) yang bisa mereka gunakan untuk bersaing ketat dengan GO-JEK dan Uber di Indonesia. (snx)

Konsumen Otomotif Setor PNBP Rp 3,2 Triliun

Suasana IMOS 2016

Suasana IMOS 2016

Jakarta, autokritik – Penerimaan negara bukan pajak (PNBP) dari kenaikan tarif pengurusan STNK dan BPKB mobil dan motor baru bisa mencapai Rp 3,2 triliun tahun ini. Ini dengan asumsi penjualan mobil dan motor masing-masing mencapai 1,1 juta unit dan 6 juta unit, sesuai estimasi asosiasi.

Jumlah itu belum termasuk potensi PNBP dari nomor cantik. Dulu, hal ini tidak masuk dalam PNBP.

Dalam Peraturan Pemerintah Nomor 60 tahun 2016 tentang Perubahan Tarif Penerimaan Negara Bukan Pajak di Kepolisian Republik Indonesia, tarif pengurusan STNK dan BPKB kendaraan bermotor naik 2-3 kali lipat. Sebagai contoh, tarif penerbitan STNK motor naik dari Rp 50 ribu menjadi Rp 100 ribu, sedangkan mobil dari Rp 50 ribu menjadi Rp 200 ribu. Adapun tarif penerbitan BPKB motor naik dari Rp 80 ribu menjadi Rp 225 ribu, sedangkan mobil dari Rp 100 ribu menjadi Rp 375 ribu.

Merujuk aturan itu, PNBP dari penerbitan STNK mobil dan motor baru bisa mencapai Rp 820 miliar, pengesahan STNK motor dan mobil masing-masing Rp 120 miliar dan Rp 55 miliar, penerbitan pelat nomor motor dan mobil Rp 360 miliar dan Rp 110 miliar.

PNBP terbesar berasal dari penerbitan BPKB motor Rp 1,35 triliun dan mobil Rp 412,5 miliar. PNBP bisa membengkak lagi jika memasukkan kendaraan bermotor yang telah eksis.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), populasi motor mencapai 92,9 juta unit, sedangkan mobil, bus, dan kendaraan barang 21,2 juta unit pada 2014. Sepanjang 2015-2016, penjualan motor bertambah sekitar 12,4 juta unit, sedangkan mobil, bus, dan angkuta barang 2,1 juta unit.

Dengan demikian total populasi kendaraan bermotor pada akhir 2016 sekitar 128 juta unit, dengan perincian motor 105 juta unit dan mobil 23,2 juta unit. (snx)

MRT Jakarta Berpotensi Gagal

Pekerja melakukan aktivitas pembangunan jalur bawah tanah (terowongan) Mass Rapid Transit (MRT) di Jakarta, Rabu (29/4). Menurut Project Manager Elevated Construction Heru Nugroho proses pengerjaan MRT secara keseluruhan sudah mencapai 15 persen dimana untuk proyek jalan layang (elevated) pengerjaan baru mencapai 12 persen sementara pengerjaan jalan bawah tanah sudah mencapai sekitar 21 hingga 22 persen. ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/ed/Spt/15

Sumber : Antara

Jakarta, autokritik – Megaproyek mass rapid transit (MRT) Jakarta berpotensi gagal, seiring migrasi beberapa perusahaan dari kawasan Sudirman ke selatan ibukota seperti Bintaro, TB Simatupang, dan Serpong. Itu artinya, jumlah penumpang bisa di bawah target PT MRT Jakarta, pemilik proyek MRT.

“Direksi MRT sudah ketar-ketir, karena takut jumlah penumpang tak sesuai  harapan. Kalau itu terjadi, MRT bisa gagal bayar ke JICA selaku kreditor proyek itu,” ujar Ketua Koalisi Pejalan Kaki Alfred Sitorus, belum lama ini.

Dia menjelaskan, relokasi kantor ke pinggiran Jakarta bertujuan menghemat pengeluaran transportasi karyawan. Saat ini, pengeluaran transportasi karyawan rata-rata mencapai 40% dari pendapatan. Dengan relokasi kantor, biaya transportasi bisa dipangkas menjadi 25%.

Selain itu, biaya sewa perusahaan bisa ditekan. Sebab, harga sewa perkantoran di kawasan Sudirman terus membubung.

MRT Jakarta yang berbasis rel akan membentang kurang lebih 110,8 km, yang terdiri atas Koridor Selatan–Utara (Lebak Bulus-Area Kota) sepanjang kurang lebih sekitar 23,8 km dan Koridor Timur–Barat sepanjang kurang lebih 87 km.

Pembangunan Koridor Selatan-Utara dilakukan dalam dua tahap. Tahap I yangdibangun terlebih dahulu menghubungkan Lebak Bulus-Bundaran HI sepanjang 15,7 km dengan 13 stasiun (7 stasiun layang dan 6 stasiun bawah tanah). Trayek ini ditargetkan mulai beroperasi pada 2019.

Tahap II akan melanjutkan jalur Selatan-Utara dari Bundaran HI ke Area Kota sepanjang 8,1 km yang akan mulai dibangun sebelum tahap I beroperasi dan ditargetkan beroperasi 2020. Studi kelayakan untuk tahap ini sudah selesai.

Investasi tahap I koridor Selatan-Utara mencapai Rp 16 triliun. Dari jumlah itu, sekitar 83% ditutup dari pinjaman JICA, sisanya dari pemerintah pusat dan DKI Jakarta. (snx)

Indef Anggap Otomotif Indonesia Cuma Tukang Jahit

ioi sdm

Jakarta, autokritik – Institute for Development of Economics and Finance (Indef) merilis laporan proyeksi ekonomi Indonesia 2017 bertajuk “Menguji Ketangguhan Ekonomi Indonesia”. Ada banyak subsektor ekonomi yang di bahas, di mana salah satunya adalah industri manufaktur.

Dalam laporan itu, Indef dengan tegas menyebut tiga subsektor industri unggulan Indonesia, yakni tekstil, otomotif, dan elektronik hanya tukang jahit yang miskin penguasaan teknologi. Ini merupakan salah satu kesalahan arah kebijakan pembangunan ekonomi yang diterapkan Indonesia sejak kemerdekaan hingga saat ini.

Salah satu yang paling fatal, demikian Indef, adalah membiarkan Indonesia bergantung pada teknologi yang dihasilkan oleh bangsa-bangsa lain. Hingga kini, Indonesia lebih dikenal sebagai bangsa konsumen produk teknologi bangsa-bangsa lain, bukan inovator apalagi pencipta teknologi.

Ketergantungan yang tinggi terhadap teknologi impor inilah yang menyebabkan sistem ekonomi dan industri Indonesia kurang efisien dan kurang produktif sehingga tidak kompetitif. Padahal, dari sekian banyak variabel yang berpengaruh terhadap produktivitas dan daya saing bangsa, penguasaan teknologi merupakan faktor yang paling menentukan.

Pada umumnya, lanjut Indef, output industri yang dihasilkan di Indonesia menjadi lebih relatif mahal dibandingkan negara lain. Hal ini terjadi karena selain teknologi, komponen produksi lainnya sebagian besar diimpor.

Buktinya, kandungan impor industri otomotif, tekstil, dan elektronik rata-rata mencapai 75-90%. Artinya, selama ini, tiga industri ini hanya menjadi tukang jahit (assembling). Hanya sedikit sekali
proses transfer teknologi yang diterapkan.

“Sektor hulu (penunjang) dari ketiga industri andalan nasional tersebut juga kurang dikembangkan secara komprehensif. Misalnya, industri TPT kurang ditunjang oleh perkebunan kapas dan budidaya ulat sutera yang tangguh dan berkelanjutan,” tulis Indef.

Kapasitas produksi permesinan pada pabrik tekstil juga belum sepenuhnya optimal. Alhasil, sangat diwajarkan apabila produk dari industri-industri tersebut kalah bersaing dari Vietnam, Malaysia, Tiongkok, hingga Thailand. (snx)

Express Akhirnya Jadi Taksi Online

Sumber : Okezone

Sumber : Okezone

Jakarta, autokritik – Express Group, salah satu penyedia jasa transportasi terbesar di Indonesia, dan Uber, sebuah platform teknologi yang menghubungkan pengemudi dengan penumpang, mengumumkan kolaborasi pilot program berupa integrasi ride sharing dan program pembiayaan kendaraan di Jakarta.

Kedua perusahaan percaya bahwa kemitraan ini akan menguntungkan mitra-pengemudi dengan memberikan kemudahan dan peluang ekonomi baru yang dimungkinkan dengan dukungan teknologi, serta memberi manfaat dan kenyamanan lebih bagi para penumpang dan mitra-pengemudi.

“Sebagai salah satu perusahaan taksi terbesar di Indonesia, kami terus mengeksplorasi cara-cara baru untuk menciptakan nilai bagi para stakeholder kami. Melalui kolaborasi bersama Uber, kami harap tingkat utilisasi armada Express Group dapat ditingkatkan dan kami dapat memberikan layanan mobilitas yang aman, nyaman, dan menarik bagi penumpang, sekaligus memungkinkan pengemudi kami untuk mendapat manfaat dari teknologi ridesharing yang memberikan fleksibilitas dan peluang ekonomi yang lebih,” kata Chief Operating Officer Express Group Benny Setiawan di Jakarta, belum lama ini.

Melalui pilot program ini para mitra-pengemudi taksi Express yang berpartisipasi akan dapat menggunakan aplikasi Uber untuk menerima pemesanan perjalanan uberX dalam menunjang usaha mereka saat ini.

Express Group juga akan mengembangkan pilihan pembiayaan kendaraan yang baru, fleksibel, dan terjangkau. Para mitra-pengemudi Uber dapat mencicil kendaraan dari Express Group-tanpa menggunakan atribut taksi atau branding- didukung pendapatan dari mengemudi bersama platform Uber. Inisiatif ini akan menjadi salah satu dari berbagai penawaran yang tersedia di program Vehicle Solutions Uber.

“Kami antusias bahwa Express Group, sebuah perusahaan taksi terkemuka di Indonesia, menggunakan ride sharing dan teknologi untuk menjangkau pangsa pasar baru. Kolaborasi ini ditujukan untuk menjadikan ridesharing semakin handal bagi penumpang dan membuka lebih banyak peluang ekonomi bagi mitra-pengemudi. Kami senang dapat berkolaborasi dengan Express Group,” kata Head of Business APAC Uber Eric Alexander.

Harga Mobil Rancangan Kemenperin di Bawah Rp 100 Juta 


Jakarta, autokritik – Kementerian Perindustrian (Kemenperin) tengah mengembangkan prototipe kendaraan perdesaan yang berfungsi sebagai alat angkut hasil pertanian dan perkebunan. Prototipe kendaraan niaga multiguna yang ditargetkan rampung diproduksi pada 2017 ini diharapkan dapat mendorong kegiatan ekonomi di perdesaan, termasuk bagi sektor industri kecil dan menengah.
Harga jual mobil ini bisa di bawah Rp 100 juta, jika rupiah stabil terhadap dolar AS. Ini lantaran kandungan lokal ditargetkan mencapai 100%. 

“Saat ini, masih dalam tahap desain, modelnya seperti pikap, roda empat dan belakangnya bisa diubah-ubah sesuai aktivitasnya. Untuk variannya akan mengikuti kontur perdesaan masing-masing. Tahun depan prototipenya sudah bisa rampung,” papar Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto di Jakarta, Selasa (29/11). 
Menurut Airlangga, selain menciptakan prototipe, Kemenperin akan menetapkan standar produk serta mentransfer teknologi kepada para peminat yang ingin membuat mobil desa tersebut. 

“Prototipenya boleh dipergunakan siapa saja yang mau memasarkan dan memproduksi mobil kecil ini karena bisa dikerjakan sekelas bengkel di desa,” tutur dia.

Mobil yang dikembangkan oleh anak bangsa ini dipacu untuk mencapai tingkat komponen dalam negeri (TKDN) hingga 90%. Namun demikian, untuk permesinan akan menggandeng perusahaan yang sudah andal. “Untuk critical equipment seperti mesin dan axle, ada salah satu produsennya,” ungkap Airlangga.

Kemenperin optimistis, peluang pasar untuk kendaraan persesaan ini masih cukup besar dengan segmen di bawah 1000 cc. Bahkan, kata Airlangga, para agen pemegang merek (APM) akan menyambut baik kehadiran mobil desa ini. 

Dalam pelaksanaannya, Kemenperin bersama sejumlah pelaku industro otomotif dan akademisi telah berkomitmen untuk mempercepat pengembangan kendaraan perdesaan. Kesepakatan ini dituangkan dalam penandatanganan MoU antara Kemenperin dengan Institut Otomotif Indonesia (IOI) dan 22 perguruan tinggi dalam upaya penguatan industri kecil dan menengah di sektor otomotif, peningkatan kapasitas SDM industri otomotifserta pengembangan kendaraan perdesaan.

Pada kesempatan focus group discussion, Presiden IOI, I Made Dana M. Tangkas mengatakan, pihaknya memiliki tugas untuk menyinergikan dan mengoptimalkan peran sejumlah lembaga yang telah ada di Indonesia untuk memperkuat daya saing industri otomotif Indonesia.

“Negara tetangga seperti Thailand dan Malaysia telah memiliki institut otomotif, Indonesia tidak boleh ketinggalan. Kami memiliki tiga tugas utama, pertama sertifikasi kompetensi, kemudian pengembangan IKM dan kendaraan pedesaan,” ujarnya.

Menurutnya, sebanyak 1,3 juta tenaga kerja industri kendaraan roda empat di Indonesia perlu mendapatkan sertifikasi. Pasalnya, sertifikasi ini memiliki peran vital dalam melindungi tenaga kerja industri otomotif nasional di era globalisasi saat ini.

“Tidak menutup kemungkinan, tenaga-tenaga ahli Indonesia yang telah tersertifikasi, kelak akan berkarir di luar negeri,” tuturnya.
Sementara itu, dalam program pengembangan IKM, IOI sedang menyusun program untuk membina sejumlah industri komponen di Ceper dan Tegal, Jawa Tengah. Melalui peningkatan kapasitas IKM ini, diharapkan produk yang dihasilkan lebih berdaya saing di pasar otomotif nasional.