Diler KTM Tipu Konsumen

KTM RC 250

Jakarta, autokritik – Nasib ya nasib. Niat mendapatkan motor keren dengan harga murah, tapi yang didapat malah penipuan.

Hal itu dialami oleh Arobz, warga Bandung, yang ditipu diler KTM di Trans Studio Mall (TSM). Pendeknya begini, dia membeli KTM RC 250 tahun produksi 2015 dengan harga murah, Rp 49,8 juta, jauh di bawah harga resmi Rp 76,3 juta. Promo ini kali pertama muncul di GIIAS 2016.

Tanda jadi Rp 5 juta telah dilunasi, demikian pula dengan sisa tunggakan Rp 44,8 juta. Diler itu berjanji faktur, STNK, dan BPKB keluar sebelum akhir tahun. Namun, hingga kini, yang dijanjikan belum keluar juga.

“Gua merasa membeli motor bodong, dengan harga mahal,” keluh dia, Rabu (28/12).

Arobz bolak-balik ke diler TSM untuk menanyakan status surat-suratnya. Tapi, upaya itu sia-sia. Semua jawaban yang dia terima tidak jelas. Bahkan, tenaga penjual yang melayaninya sudah keluar dari diler itu. Adapun tenaga penjual baru sulit dihubungi. Pesan WA Arobz tak dibalas.

Frustrasi dengan keadaan ini, Arobz langsung menemui  Sales and Marketing Strategic Advisor PT PT Penta Jaya Laju Mandiri (PJLM), salah satu diler KTM, AZ Dalie pada pembukaan diler di Ciateul.

Namun, Dalie melempar masalah itu ke anak buahnya bernama Irfan yang memegang TSM. Dalie meminta Irfan menukar unit 2015 dengan 2016 agar surat-surat bisa cepat keluar, paling lama sepekan. “Yang ditukar mesin dan rangka utama, sisanya paling speedometer karena sudah dipakai dan ban. Kalau ada body baret juga ditukar saja,” kata Arobz menirukan Dalie.

Irfan menyanggupi perintah bosnya dan berjanji menuntaskan masalah ini dalam sepekan. Arobz sempat meminta penukaran RC dengan Duke. Namun, ini tak bisa dilakukan. Irfan menyarankan RC dilego dulu, kemudian baru beli Duke.

Harapan membuncah ketika Irfan menelpon Arobz untuk membahas skema penukaran unit. Arobz pun memasang iklan RC di Kaskus. Irfan meminta Arobz membawa KTP pembeli motornya agar surat-surat bisa disesuaikan.

Sayang, dalam dua pekan setelah itu, tak ada kabar. Arobz balik lagi ke TSM, tapi unit pengganti belum ada, dengan alasan libur Natal dan Tahun Baru.

“Paling bisa dilakukan akhir Januari. Itu juga paling Duke, karena kalau RC baru ada akhir Januari sampai Februari. Kalau tidak puas, silakan kontak Pak Dalie,” kata pekerja di diler TSM.

Arobz kesal. Namun, dia tak bisa berbuat apa-apa, selain mengontak AZ Dalie. WA Arobz ke dua nomor Dalie tak dibalas. Padahal, status WA Dalie aktif. Lalu, dia WA Irfan, karena Dalie malah menelpon. Arobz tidak ingin ditelpon karena tak ada bukti tertulis.

“Dari Agustus bolak-balik ke TSM hasilnya nihil. Tak ada tanggung jawab sama sekali. Saya kecewa karena KTM menjual motor dengan faktur bermasalah,” keluh Arobz.

Curhat lengkap Arobz bisa dicek di sini.

https://www.kaskus.co.id/thread/58626840507410f2478b4567/surat-terbuka-kepada-ktm-indonesia-pt-pjlm/?ref=whatsapp&med=whatsapp

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s