Harga Mobil Rancangan Kemenperin di Bawah Rp 100 Juta 


Jakarta, autokritik – Kementerian Perindustrian (Kemenperin) tengah mengembangkan prototipe kendaraan perdesaan yang berfungsi sebagai alat angkut hasil pertanian dan perkebunan. Prototipe kendaraan niaga multiguna yang ditargetkan rampung diproduksi pada 2017 ini diharapkan dapat mendorong kegiatan ekonomi di perdesaan, termasuk bagi sektor industri kecil dan menengah.
Harga jual mobil ini bisa di bawah Rp 100 juta, jika rupiah stabil terhadap dolar AS. Ini lantaran kandungan lokal ditargetkan mencapai 100%. 

“Saat ini, masih dalam tahap desain, modelnya seperti pikap, roda empat dan belakangnya bisa diubah-ubah sesuai aktivitasnya. Untuk variannya akan mengikuti kontur perdesaan masing-masing. Tahun depan prototipenya sudah bisa rampung,” papar Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto di Jakarta, Selasa (29/11). 
Menurut Airlangga, selain menciptakan prototipe, Kemenperin akan menetapkan standar produk serta mentransfer teknologi kepada para peminat yang ingin membuat mobil desa tersebut. 

“Prototipenya boleh dipergunakan siapa saja yang mau memasarkan dan memproduksi mobil kecil ini karena bisa dikerjakan sekelas bengkel di desa,” tutur dia.

Mobil yang dikembangkan oleh anak bangsa ini dipacu untuk mencapai tingkat komponen dalam negeri (TKDN) hingga 90%. Namun demikian, untuk permesinan akan menggandeng perusahaan yang sudah andal. “Untuk critical equipment seperti mesin dan axle, ada salah satu produsennya,” ungkap Airlangga.

Kemenperin optimistis, peluang pasar untuk kendaraan persesaan ini masih cukup besar dengan segmen di bawah 1000 cc. Bahkan, kata Airlangga, para agen pemegang merek (APM) akan menyambut baik kehadiran mobil desa ini. 

Dalam pelaksanaannya, Kemenperin bersama sejumlah pelaku industro otomotif dan akademisi telah berkomitmen untuk mempercepat pengembangan kendaraan perdesaan. Kesepakatan ini dituangkan dalam penandatanganan MoU antara Kemenperin dengan Institut Otomotif Indonesia (IOI) dan 22 perguruan tinggi dalam upaya penguatan industri kecil dan menengah di sektor otomotif, peningkatan kapasitas SDM industri otomotifserta pengembangan kendaraan perdesaan.

Pada kesempatan focus group discussion, Presiden IOI, I Made Dana M. Tangkas mengatakan, pihaknya memiliki tugas untuk menyinergikan dan mengoptimalkan peran sejumlah lembaga yang telah ada di Indonesia untuk memperkuat daya saing industri otomotif Indonesia.

“Negara tetangga seperti Thailand dan Malaysia telah memiliki institut otomotif, Indonesia tidak boleh ketinggalan. Kami memiliki tiga tugas utama, pertama sertifikasi kompetensi, kemudian pengembangan IKM dan kendaraan pedesaan,” ujarnya.

Menurutnya, sebanyak 1,3 juta tenaga kerja industri kendaraan roda empat di Indonesia perlu mendapatkan sertifikasi. Pasalnya, sertifikasi ini memiliki peran vital dalam melindungi tenaga kerja industri otomotif nasional di era globalisasi saat ini.

“Tidak menutup kemungkinan, tenaga-tenaga ahli Indonesia yang telah tersertifikasi, kelak akan berkarir di luar negeri,” tuturnya.
Sementara itu, dalam program pengembangan IKM, IOI sedang menyusun program untuk membina sejumlah industri komponen di Ceper dan Tegal, Jawa Tengah. Melalui peningkatan kapasitas IKM ini, diharapkan produk yang dihasilkan lebih berdaya saing di pasar otomotif nasional.

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s