Bentuk Perusahaan Baru, Toyota Tinggalkan Astra?

Darmawan Widjaja, direktur PT Toyota-Astra Motor bersama Hendra Purnawan, operation manager wilayah Jawa Timur dealer Auto2000.

Darmawan Widjaja, direktur PT Toyota-Astra Motor bersama Hendra Purnawan, operation manager wilayah Jawa Timur dealer Auto2000.

Jakarta, autokritik – Toyota Motor Corporation dan anak usahanya, Daihatsu Motor Company, akan mendirikan perusahaan patungan awal Januari 2017 untuk mengembangkan dan memasarkan mobil kompak di Indonesia. Mobil kompak yang dijual berkapasitas penumpang maksimal lima orang dan memiliki mesin berukuran 1.000-1.500 cc.

Selama ini, distribusi produk Toyota dan Daihatsu di Indonesia ditangani Grup Astra, pemegang 51% saham PT Toyota Astra Motor dan 32% saham PT Astra Daihatsu Motor (ADM), agen pemegang merek (APM) Toyota dan Daihatsu di negara ini. Apa ini berarti Toyota akan meninggalkan Astra?

“Produk ini akan dipasarkan di negara berkembang sebagai upaya memperluas penguasaan pasar di Asia,” ujar Menteri Perindustrian (Menperin) Airlangg Hartarto usai berkunjung
ke Daihatsu Technology Center di Shiga, Jepang, akhir pekan lalu.

Menperin lalu mendorong Daihatsu agar terus menciptakan model terbaru seperti mobil yang menggunakan energi efisien, mengingat Daihatsu terbukti unggul dalam penerapan teknologi tersebut.

“Semoga dalam produksinya dapat lebih banyak melibatkan tenaga-tenaga engineer lokal agar produk Daihatsu terus mengakar di Indonesia,” harap Airlangga.

Sementara itu, dia menyatakan, proyek gabungan Toyota-Daihatsu telah dimulai dengan investasi sebesar Rp 2,4 Triliun untuk memproduksi kendaraan Daihatsu Sigra and Toyota Calya. Model kendaraan ini diperkenalkan pada 2 Agustus 2016 di PT Astra Daihatsu Motor Karawang Plant, Karawang, Jawa Barat.

Pabrik yang memproduksi kedua model kendaraan tersebut memiliki kapasitas 200 ribu unit per tahun. Pengembangan produknya telah melibatkan sekitar 178 pemasok komponen lokal pada lapis 1 dan sebanyak 890 pemasok komponen lokal untuk lapis 2, sehingga nilai tingkat komponen dalam negeri (TKDN) mencapai 94% dan menyerap tenaga kerja 600 ribu orang.

Menperin menyampaikan, Pemerintah Indonesia berkomitmen untuk mengembangkan industri bahan baku otomotif khususnya di sektor baja. “Pabrik baja di Indonesia saat ini telah mampu memproduksi kebutuhan bahan baku industri otomotif,” ungkap dia. (snx)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s