Godzilla Obrak-abrik Sirkuit Jepang dan Australia

image

Jakarta, autokritik – Nissan Skyline GT-R disebut mobil legendaris yang mampu mengangkat martabat industri mobil Jepang. Generasi satu dan dua telah dibahas, dan kini waktunya generasi tuga, R32 Godzilla, yang mengusung mesin topan badai.

Setelah Skyline “Kenmeri” GT-R (generasi kedua) lahir 1973, GT-R bak ditelan bumi. Sampai akhirnya kerinduan speed lover selama 16 tahun terjawab dengan lahirnya generasi ketiga GT-R, Skyline R32 GT-R pada 1989-1994.  Kelahiran model ini dilatarbelakangi rasa frustrasi Nissan yang saat itu berjuang di Group-A JTCC (Japanese Touring Car Championship) dan Australian Touring Car Championship era 80-90-an. Awalnya, Nissan mengandalkan Kenmeri. Namun, karena kurang powerfull, pada musim 80-90-an, Nissan hanya nangkring di posisi 2 dan 3 klasemen umum. 

Akhirnya, Nissan melahirkan R32 GT-R. Di mobil inilah mesin JDM paling legendaris dan ditakuti lahir, yakni RB26DETT 6 silinder inline, 2600 cc DOHC 24 Valve, 2 turbo sekaligus (twin turbo intercooler), 5 speed manual.  Untuk pertama kalinya, Nissan menggunakan all wheel drive (AWD) dengan teknologi Attesa, yang masih dipakai sampai sekarang di R-35. 

Dalam kondisi standar pabrik, power yang dihasilkan mencapai 276 HP. Bahkan, jika turbo limiter booster dicabut, power langsung melejit menjadi 350 HP dalam posisi standar dar dar darrrr. Masih kurang? Dengan sedikit modifikasi,  tenaga bisa menyentuh 600 HP, topan badaiiiii…. 

R32 juga menjadi mobil GT-R pertama yg dpasarkan di luar Jepang, dimulai dr Australia. Tanpa menunggu lama, lahirnya R-32 langsung diterjunkan ke lintasan balap dan seketika itu juga mobil ini menjadi juara umum sebanyak tiga kali berturut-turut pada 1991, 1992, dan 1993 pada ajang Australia Touring Car. Kemenangan paling melegenda adalah di balapan JTCC di kampung halamannya, Jepang, di mana R32 selama empat musim (1989-1993 ) berhasil menyapu bersih 29 seri. 

Saking dahsyatnya, media Austalia pun memberikan julukan Godzilla untuk mobil ini. Momen penting lainnya adalah, karena kehebatan R32, akhirnya regulasi Group A (kelas elit) balap touring car di Jepang JTCC 1993 diubah. Imbasnya, R32 tidak boleh ikut lagi di kelas ini. 

Sebagai tempat bermain yang baru buat R32, lahirlah kelas balapan baru bernama Super GT. Kelas baru ini pun R32 tetap mendominasi di awal musim. Padahal, R32 sudah bertarung dengan Ferrari, BMW, Mercedes Benz, McLaren, Lamborghini dan Porsche. Benar-benar mobil dewa. (kirosan)

bersambung

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s