Skandal Penipuan Bensin Rusak Citra Mitsubishi

Mitsubishi eK Wagon

Jakarta, autokritik – Skandal penipuan konsumsi bensin empat model mobil kecil (kei car) merusak citra Mitsubishi di industri mobil dunia. Meski begitu, PT Krama Yudha Tiga Berlian Motors (KTB), distributor Mitsubishi di Indonesia, menjamin tidak ada penipuan spesifikasi mobil yang beredar di Indonesia.

“Kami tidak ingin membela diri atas kejadian yang menimpa Mitsubishi Motors Corporation (MMC) selaku prinsipal. Hal itu sangat disayangkan. Namun, yang pasti, seluruh keterangan spesifikasi mobil yang kami jual benar adanya,” ujar Presiden Direktur KTB Hisashi Ishimaki di Jakarta, Kamis (21/4).

KTB, kata dia, masih menunggu hasil investigasi yang dilakukan MMC untuk membongkar skandal ini. Sejauh ini, kasus ini belum berdampak terhadap penjualan Mitsubishi di Indonesia. Belum ada satu konsumen pun yang membatalkan pembelian mobil. Per Maret 2016, penjualan Mitsubishi mencapai 27.703 unit.

Empat model kei car Mitsubishi adalah eK Wagon, eK Space serta Dayz dan Dayz Rooz yang dipasok ke Nissan Motor Company (NMC) sejak 2013. Skandal penipuan bensin bermula saat NMC mengaudit konsumsi bensin Dayz dan Dayz Rooz sebagai bagian dari pengembangan generasi berikutnya. Berdasarkan pengecekan NMC, ternyata konsumsi bensin dua mobil itu 7% di bawah klaim MMC sebanyak 30 kilometer pe liter (kpl).

Selanjutnya, NMC meminta MMC meninjau nilai running resistence yang menjadi alat ukur konsumsi bensin. Dari hasil investigasi internal, MMC mengakui menggunakan nilai running resistence yang lebih menguntungkan dari semestinya.

Nilai running resistance diperlukan untuk memperoleh sertifikasi dari Kementerian Darat, Infrastruktur, Transportasi, dan Pariwisata Jepang. Dengan mengantongi sertifikasi, pabrikan mobil mendapatkan insentif kei car dari Pemerintah Jepang. Semakin tinggi efisiensi bahan bakar mobil, semakin besar insentif yang diberikan.

“Seharusnya, nilai running resistence yang diberikan adalah yang medium, sedangkan yang diserahkan MMC adalah angka di bawah medium dan di atas minimum,” papar Hisashi.

President & Chief Operating Officer MMC Tetsuro Aikawa mengakui, ini kesalahan yang disengaja. “Hal ini jelas pemalsuan dan dilakukan untuk membuat jarak tempuh terlihat lebih baik,” kata dia.

Total penjualan empat model kei car itu mencapai 468 ribu unit. MMC memutuskan menghentikan produksi empat mobil itu. (snx)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s