Impor Truk Bekas Hancurkan Industri Dalam Negeri

Ilustrasi truk bekas

Ilustrasi truk bekas

Jakarta, autokritik – Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) memprotes kebijakan impor truk bekas, karena merugikan industri truk dalam negeri. Gaikindo memastikan industri truk nasional sanggup memenuhi kebutuhan dalam negeri.

Impor truk bekas diatur dalam Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor 127/2015 tentang Ketentuan Impor Barang Modal dalam Keadaan Tidak Baru. Kemudian, Menteri Perindustrian (Menperin) Saleh Husin menerbitkan Peraturan Menteri Perindustrian Nomor 14 tahun 2016 tentang Kriteria Teknis Impor Barang Modal dalam Keadaan Tidak Baru sebagai petunjuk teknis, yang berlaku efektif sejak diundangkan 25 Februari 2016.

Ketua Umum Gaikindo Johannes Nangoi mengatakan, izin impor truk bekas tersebut kontradiktif dengan keinginan pemerintah memacu pertumbuhan industri otomotif. Dalam beberapa kesempatan, Menperin Saleh Husin menargetkan produksi mobil mencapai 2,5 juta unit pada 2020.

“Sampai saat ini, memang belum ada dampak kebijakan itu terhadap penjualan truk di Indonesia. Sebab, pasar kendaraan komersial memang sedang turun,” kata Johannes seperti dilansir Investor Daily. 

Dia menyatakan, alasan pemerintah membuka impor truk bekas adalah karena industri dalam negeri tidak bisa mencukupi kebutuhan. Ini alasan yang keliru, karena industri truk memiliki kapasitas produksi yang cukup besar. Apalagi, pasar truk turun, sehingga tersedia kapasitas produksi yang cukup memadai.

“Kalau bicara truk, kita punya Hino, Mitsubishi, Isuzu, dan UD Trucks dan kita punya kemampuan produksi lebih. Saya yakin truk tidak ada masalah. Apalagi, penjualan truk di Indonesia dalam beberapa tahun terakhir turun,” kata Johanes.

Penjualan truk pada 2015, menurut Yohannes, turun 41,5% menjadi 70.747 unit, sedangkan di awal 2016 penjualan masih lesu. Dari angka tersebut, truk dengan berat (gross vehicle weight/ GVW) di bawah lima ton mendominasi penjualan dengan volume 59.486 unit. “Awal tahun ini penjualan truk turun tajam. Jadi, kenapa harus dibuka impor truk bekas?” ujar Johannes. (ID)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s