Manufaktur Terpuruk Sejak Pergantian Rezim

wpid-etiosin.jpg

Jakarta, autokritik – Industri manufaktur selaku pemasok PDB terbesar terpuruk selama Jokowi menjadi presiden . Ini ditunjukkan dengan indeks manajer pembelian (purchasing manager index/PMI) yang selalu di bawah 50 pada 2015.

Desember 2015, PMI naik ke level 47,8, dibanding bulan sebelumnya 46,9. Meski naik, PMI masih di bawah 50, yang menandakan sektor manufaktur mengalami kontraksi.

PMI atau yang juga biasa disebut indeks manufaktur itu dirilis Nikkei dan Markit setelah menyurvei sejumlah manajer pembelian perusahaan manufaktur Indonesia. PMI di atas 50 menunjukkan manufaktur tengah ekspansif, sedangkan di bawah 50 menggambarkan manufaktur mengalami kontraksi.

Nikkei dan Markit dalam keterangan resmi, Senin (4/1), menyatakan, kinerja manufaktur Indonesia jeblok selama 15 bulan beruntun. Ini dipicu turunnya produksi dan order. Sejalan dengan itu, perusahaan manufaktur terus melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap sejumlah karyawan.  Sementara itu, tekanan untuk menaikkan harga jual kian kuat, seiring depresiasi rupiah terhadap dolar AS yang berkepanjangan.

“Rata-rata PMI kuartal IV yang mencapai 47,5 lebih rendah dibanding kuartal III sebesar 47,7,” tulis Nikkei dan Markit.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s