GM-SAIC Bangun Pabrik US$ 700 Juta di Indonesia

wuling

Jakarta, autokritik — General Motors (GM), raksasa otomotif Amerika Serikat (AS), dan mitra bisnisnya di Tiongkok, SAIC Motor Corp, berencana membangun pabrik di Indonesia berkapasitas 150 ribu unit per tahun. Nilai investasinya sekitar US$ 700 juta.

Tahap awal, GM dan SAIC membeli lahan di salah satu kawasan industri di luar Jakarta untuk dijadikan lokasi pabrik. Konstruksi akan dimulai Agustus 2015 dan diharapkan tuntas pada 2017. Pabrik ini akan memproduksi kendaraan mikrovan murah dengan merek Wuling.

SAIC adalah perusahaan otomotif terbesar Tiongkok sekaligus mitra strategis GM di Negeri Tirai Bambu. Perusahaan patungan GM dan SAIC bernama Shanghai GM, yang memasarkan dan memproduksi merek-merek di bawah naungan GM, seperti Chevrolet, Buick, dan Cadillac. Kedua perusahaan juga berkolaborasi menciptakan merek baru, Wuling, yang diproduksi dan dipasarkan perusahaan patungan bernama SAIC-GM-Wuling.

Seperti dilaporkan Reuters, Minggu (1/2), SAIC-GM-Wuling akan membentuk perusahaan patungan untuk menggarap proyek tersebut. Rencananya, SAIC-GM-Wuling menguasai 80% saham perusahaan, sedangkan sisanya digenggam SAIC. GM saat ini menguasai 44% saham SAIC-GM Wuling, sedangkan SAIC 51,1% dan Wuling Automobile Co 5,9%. Dengan demikian, kepemilikan efektif GM pada perusahaan patungan di Indonesia mencapai 35%.

GM dan SAIC tergiur dengan pasar mobil Indonesia yang telah menembus 1 juta unit per tahun sejak 2012. Saat ini, pasar mobil di Indonesia merupakan yang terbesar di Asean, mengalahkan Thailand.

“Pembentukan perusahaan patungan merupakan langkah strategis untuk merangsek ke Indonesia yang memiliki populasi penduduk 240 juta orang,” ujar Kepala GM Tiongkok Matt Tsien.
GM, tulis Reuters, memposisikan Indonesia sebagai pasar nomor dua di Asia setelah Tiongkok.

Sebelumnya, GM dan SAIC sukses menembus pasar India dengan memasarkan MPV kecil Wuling.
Saat ini, GM melalui anak usahanya PT GM Indonesia memiliki fasilitas perakitan di Pondok Ungu, Bekasi, Jawa Barat, berkapasitas 40 ribu unit per tahun. Pabrik ini memproduksi kendaraan serbaguna (multipurpose vehicle/MPV) tujuh penumpang Chevrolet (Chevy) Spin.

Tsien memastikan Chevy dan Wuling tidak akan bentrok di pasar. Sebaliknya, kedua merek itu akan saling melengkapi, karena berbeda dari segi harga, fitur, dan model.

“Wuling akan fokus pada produk fungsional dan value for money. Hal ini terjadi di Tiongkok dan kami percaya bisa juga terjadi di Indonesia,” papar Tsien.

Tsien mengungkapkan, Indonesia merupakan pasar potensial untuk produk MPV tiga baris. Kendaraan jenis ini bisa menampung 7-8 penumpang dan menjadi favorit di Indonesia. Namun, dia enggan menyebutkan nama model yang akan diproduksi di Indonesia. (snx)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s