Indonesia akan Dikte Industri Otomotif Asean

wpid-etiosin.jpg

JAKARTA — Indonesia berpotensi menjadi produsen mobil terbesar di kawasan Asean, mengalahkan Thailand, seiring besarnya potensi pasar domestik dan rendahnya rasio kepemilikan mobil.

“Indonesia berpotensi menjadi kiblat Asean di bidang otomotif pada masa depan,” kata praktisi industri otomotif I Made Dana Tangkas di Jakarta, hari ini.

Made yang juga direktur corporate and external affairs PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) menyatakan, ekonomi Indonesia masih akan terus tumbuh. Sebab, dari 250 juta penduduk sebagian besar didominasi oleh kaum muda yang sedang dalam masa produktif. Rasio kepemilikan mobil di Indonesia juga masih kecil, yakni 77 mobil per 1.000 penduduk. Bandingkan dengan Thailand yang mencapai 165 mobil per 1.000 penduduk dan Malaysia 334 mobil per 1.000 orang.

Indonesia telah mengungguli Thailand dari segi pasar domestik. Tahun lalu, penjualan mobil Indonesia mencapai 1,2 juta unit, sedangkan Thailand 882 ribu unit. Tahun ini, penjualan Thailand diprediksi berkisar 950 ribu hingga 1 juta unit, sedangkan Indonesia diprediksi stagnan sebesar 1,2 juta unit. Jadi, tahun ini, Indonesia masih akan menjadi pasar terbesar di Asean.

Meski begitu, kapasitas produksi terpasang industri mobil Thailand mencapai 2,5 juta unit per tahun, di atas Indonesia sebanyak 2 juta unit per tahun. Sebagian besar produksi dipasok ke pasar ekspor. Tahun lalu, produksi mobil Indonesia mencapai 1,3 juta unit, terdiri atas alokasi domestik 1,1 juta unit dan ekspor 200 ribu unit.

Dia mencatat, sepanjang 2006-2013, pertumbuhan penjualan mobil di Indonesia mencapai 23,4%. Pada 2006, penjualan mobil Indonesia hanya 318 ribu unit, kemudian naik menjadi 433 ribu unit pada 2007, dan naik lagi menjadi 603 ribu unit di 2008. Tapi, penjualan mobil turun menjadi 483 ribu unit pada 2009, karena imbas krisis finansial global. Namun, hal itu tidak berlangsung lama, karena pada 2010, penjualan mobil Indonesia naik lagi menjadi 794 ribu unit. Selanjutnya, penjualan mobil pada 2011 mencapai 894 ribu unit, 2012 sebanyak 1,1 juta unit, 2013 sebanyak 1,25 juta unit, dan 2014 1,2 juta unit.

“Melihat tren itu, pasar mobil Indonesia berpotensi tumbuh dalam lima tahun ke depan, karena permintaan masih tinggi,” kata dia.

Berdasarkan riset Ipsos Business Consulting, pada 2014, utang rumah tangga masyarakat Thailand meningkat hingga 16,6% dibanding tahun sebelumnya. Ini membuat masyarakat Thailand kesulitan mendapat persetujuan kredit mobil.

“Tantangan Indonesia selanjutnya adalah bagaimana meningkatkan rantai pasokan, dalam hal ini kita harus memperkuat industri komponen agar industri otomotif mendapat pasokan komponen yang mencukupi untuk meningkatkan produksi,” tambahnya.

Tantangan ini, kata dia, harus segera dijawab. Sebab, sektor otomotif menjadi penyumbang ekspor terbesar ketiga nasional. Pada 2014, neraca perdagangan sektor otomotif surplus hingga US$ 2,5 miliar. Ekspor mencapai US$ 4,5 miliar dan impor US$ 2 miliar.

“Penguatan industri komponen ini juga dirasa penting, karena ekspor komponen dalam lima tahun ke depan diperkirakan tumbuh menjadi US$ 11 miliar,” kata Made.

Dia memperkirakan produksi mobil Indonesia akan menembus 2 juta mobil per tahun mulai 2020. Bahkan, sejumlah kalangan memperkirakan produksi mobil Indonesia bisa mencapai 4-5 juta unit per tahun dalam 10-15 tahun ke depan

“Artinya, tidak sampai 10 tahun lagi Indonesia diprediksi menjadi production hub terbesar di Asia Tenggara. Indonesia akan menjadi kiblat otomotif Asean baik dari sisi penjualan maupun produksi,” kata dia. (snx)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s