Tidak Ada Kartel di Industri Motor

wpid-verza-150.jpg.jpeg

Jakarta, autokritik — Ketua Umum Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (Aisi) Gunadi Sindhuwinata membantah terjadi kartel di industri sepeda motor. Saat ini, masing-masing pabrikan motor bersaing untuk memacu penjualan.

“Persaingan terlihat pada penentuan harga jual. Produsen berlomba-lomba menjual motor dengan harga sekompetitif mungkin, sehingga tidak ada kartel,” ujar dia di Jakarta, belum lama ini.

Penentuan harga jual, kata dia, ditentukan oleh daya beli konsumen, bukan hasil kongkalikong antarpabrikan. Ini menjelaskan mengapa harga motor di segmen yang sama cenderung berdekatan.

Pabrikan motor, kata dia, juga tidak dapat berkompromi dalam hal distribusi motor ke dealer. Hal ini terlihat pada turun naiknya pangsa pasar masing-masing merek.

“Kalau diatur, tentunya tidak ada pabrikan yang pangsa pasarnya turun tajam seperti saat ini,” kata dia.

Dia mengakui, sejumlah pabrikan motor kerap bertemu. Namun, hal itu dilakukan dalam rangka membahas masa depan industri motor, seperti peningkatan investasi dan sumbangan industri terhadap ekonomi nasional.

Terkait dominasi Honda yang begitu besar, Gunadi menilai, hal itu murni disebabkan mekanisme pasar. Honda berhasil melakukan beberapa langkah strategis, sehingga pangsa pasar terkerek. “Sebaliknya, pangsa pasar rival-rival Honda terkikis, seperti Yamaha dan Suzuki,” papar dia.

Meski mendominasi pasar, Gunadi memastikan Honda tidak mendikte pasar sepeda motor. Sebab, distribusi motor dan harga jual ditentukan oleh mekanisme pasar.

Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) menginvestigasi dugaan kartel industri sepeda motor, terkait pemasaran motor jenis skuter otomatik (skutik) dan bebek. Investigasi ini merupakan insiatif KPPU.

Dugaan kartel industri motor disampaikan KPPU usai seusai rapat dengar pendapat (RDP) dengan Komisi VI DPR, Kamis (22/1). Kartel melanggar Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1999 tentang Larangan Praktek Monopoli dan Persaingan Usaha Tidak Sehat.

“Memasuki 2015, KPPU tetap berpegang pada komitmen untuk memberantas praktik kartel di Indonesia,” demikian tulis KPPU.

Tim investigator telah memulai penyelidikan terhadap produsen-produsen motor di Indonesia. Dugaan kartel ini diduga dipelopori oleh PT Yamaha Motor Indonesia. Dalam waktu dekat, KPPU akan memanggil produsen-produsen untuk menginvestigasi dan mengklarifikasi dugaan awal alat-alat bukti yang sejauh ini telah diperoleh. (snx)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s