Gas PGN Lebih Aman ketimbang Pertamina?

image

Jakarta, autokritik – Bahan bakar gas alam terkompresi alias compressed natural gas (CNG) lebih aman digunakan mobil ketimbang liquefied gas for vehicle (LGV), produk turunan elpiji.

CNG dijual PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) dengan merek dagang Gasku, sedangkan LGV dipasok PT Pertamina dengan merek dagang Vi-Gas.

Berdasarkan riset dan penelusuran sejumlah wartawan industri ditemukan fakta bahwa CNG lebih aman atau tidak mudah terbakar ketimbang BBG jenis LGV dan bensin sekalipun, saat terjadi kebocoran. Ini disebabkan CNG lebih ringan dari udara dan akan langsung terlepas ke atmosfer atau menguap bila terjadi kebocoran. Ini berbeda dengan LGV yang beratnya dua kali lebih besar dari udara sehingga akan mengendap terlebih dahulu ke bawah.

Umumnya, kendaraan ber-LGV pun tidak diparkir di ruangan tertutup atau bawah tanah. Bila di bawah tanah, sebaiknya dipasangkan kipas ataupun ventilasi udara, seperti yang dilakukan di Jerman.

Soal biaya, CNG juga lebih murah dibanding premium atau LGV. Saat ini, CNG dibanderol Rp 3.100 per liter setara premium (LSP). Adapun Vi-Gas sekitar Rp 5.000 dan premium Rp 6.600.

Untuk membuktikan efisiensi dari segi biaya menggunakan kendaraan berbahan bakar gas alam terkompresi (compressed natural gas/CNG),  PGN mengundang para jurnalis otomotif dari sejumlah media massa nasional melakukan test drive lima kendaraan operasional mereka yang selama ini dioperasikan dengan bahan bakar CNG.

Adapun kendaraan yang akan diujicoba dalam test drive tersebut terdiri atas dua unit Toyota Innova (tipe V-AT, tahun 2013, 2.000cc), dua unit Daihatsu Terios (tipe TX-AT, tahun 2014, 1.500cc), dan satu unit Toyota Camry (tipe V-AT, tahun 2013, 2.500cc).

Jika dilihat dari efisiensi biaya, sangat wajar jika CNG dikatakan sebagai alternatif bahan bakar untuk masa depan. Pasalnya, di saat harga bahan bakar minyak (BBM) semakin fluktuatif karena pengaruh pelemahan rupiah terhadap dolar Amerika Serikat dan melonjaknya harga minyak dunia, harga CNG di Tanah Air cenderung stabil.

CNG juga diklaim aman dan nyaman. Hal ini dipertegas oleh pernyataan Ridha Ababil, vice president corporate communication PGN. Pria yang akrab disapa Bil ini mengaku sudah mendata soal keamanan berkendara dengan mengonsumsi BBG.

“Bajaj dan TransJakarta yang selama ini menggunakan BBG tidak pernah ada kasus yang meledak, dengan demikian penggunaan BBG dijamin keamanannya,” kata Bil, belum lama ini.
Bil menuturkan, masih banyak masyarakat yang tidak paham tentang CNG dan meragukan keamanan CNG. Untuk itu, PGN akan berupaya untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai penggunaan CNG. “Memang perlu banyak sosialisasi bahwa menggunakan gas, aman.”
 
Sesungguhnya di Indonesia, CNG bukanlah barang baru. Pencanangan untuk menggunakan CNG yang harganya lebih murah dan lebih bersih lingkungan daripada bahan bakar minyak (BBM) sudah dilakukan sejak 1986. Pada saat itu ditetapkan bahwa 20% dari armada taksi harus memakai CNG. Namun, karena pada saat itu harga BBM masih dianggap terjangkau dan stasiun pengisian BBM terdapat di mana-mana, minat untuk menggunakannya tidak sempat membesar.

Kendati sudah mulai dikenalkan sejak 1986, program konversi BBM ke BBG baru secara serius dicanangkan di akhir masa pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono yang mengamanatkan PGN untuk menjadi lokomotif program konversi ke BBG pada 2012. 

Sejak saat itu PGN terus membangun fasilitas pengisian bahan bakar gas baik melalui SPBG maupun mobile refueling unit (MRU). Saat ini, PGN telah melayani 14 SPBG, mengoperasikan sendiri 1 SPBG di Pondok Ungu, Bekasi serta tiga fasilitas MRU di wilayah DKI Jakarta.

Program konversi BBM ke BBG juga sempat menjadi janji kampanye pasangan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla beberapa waktu lalu. Namun hingga kini, janji-janji tersebut memang belum terealisasi.(snx)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s