Pertamina Tidur, Bionas Malaysia Investasi US$ 2 Miliar Garap Energi Alternatif di RI

bionas

Jakarta, autokritik ā€“ Pertamina tidur dan sibuk berpikir menambah kilang minyak alias refinery. Padahal, pasokan minyak mentahnya belum jelas.

Sebaliknya, pemain energi alternatif Malaysia Bionas Group berencana investasi US$ 2 miliar di Indonesia untuk mengembangkan energi terbarukan berbasis tanaman jarak (jatropa) dengan teknologi ramah lingkungan.

Proyek itu akan digarap Bionas di kawasan Indonesia timur. Ke depan, Indonesia akan menjadi basis produksi energi terbarukan Bionas, yang masuk Indonesia melalui unit bisnisnya Bionas Energi Indonesia (BEI).

“Semua tergantung pemerintah soal cepat atau tidaknya realisasi investasi. Sebagian production base energi alternatif kami akan didirikan di Indonesia,” ujar Chairman Executive Bionas Group Dato Sri Mohammad Jafri dalam siaran pers, hari ini.

Bionas mengakui energi alternatif dari tanaman Jarak bukan hal baru di dunia, termasuk Indonesia. Namun, melalui berbagai riset dan pengembangan terbaru, pihaknya yakin energi alternatif bisa diterima masyarakat secara luas.

“Empat tahun lalu kita sebenarnya sudah mulai di Indonesia. Kita cukup punya lahan pertanian jarak bersama petani lokal. Investasi fokus di production base, transfer teknologi, dan pelatihan-pelatihan,” kata dia.

Bionas serius mengembangkan teknologi biofuel untuk mengurangi pemakaian energi tak tergantikan seperti minyak bumi. Sebagai bentuk keseriusannya, Bionas menggandeng Universitas Negeri Makassar (UNM) untuk membantu melakukan riset penggunaan produk yang dihasilkan di berbagai bidang.

Penandatangan perjanjian kerja sama (MoU) antara BEI dengan pihak UNM dilaksanakan di Jakarta, belum lama ini. Acara penandatanganan MoU dihadiri oleh CEO Bionas Group Zurina Amnan, Dato Sri Mohmmad Jafrim, Rektor UNM Arsimunandar dan Pembantu Rektor UNM Nurdin Nonik

“Kami akan melakukan pengujian, kita cek berapa ketahanan mesinnya dan bagaimana efeknya terhadap pencemaran. Kita bergerak di sektor teknologi tepat guna dan sangat mungkin Bionas ini diterapkan di sana,” kata Arismunandar.

Dalam kerja sama ini, disepakati pihak UNM akan menyediakan sumber daya manusia (SDM) untuk diberi pelatihan mengenai proses pembuatan sumber energi ramah lingkungan.

“Kapal nelayan, sepeda motor, dan mesin industri yang ada di Makassar akan menjadi target utama uji coba produk Bionas ini,” papar Aris.

Bionas berhasil memadukan kemajuan teknologi nano yang diterapkan pada aditif, nano emulsion, dan polarization dengan menggunakan bahan dasar tanaman Jarak. Perpaduan tersebut, diyakini dapat memangkas biaya tarif dasar listrik hingga 20%. Bahkan, yang lebih menarik lagi penghematan penggunaan bahan bakar minyak (BBM) di sejumlah alat transportasi darat, udara dan laut bermesin diesel dan premium dapat mencapai 20%.

“Teknologi ini ramah lingkungan karena biji jarak dan air menjadi salah satu komponen utama di dalamnya. Teknologi nano emulsi dan polarisasi ini tujuannya untuk penghematan bahan bakar fosil,” ujar CEO BEI, Hendry Widjaya.

Pihak Bionas, kata Hendry, meyakini melalui berbagai riset dan pengembangan terbaru, energi alternatif akan bisa diterima masyarakat secara luas. Salah satu produk yang dihasilkan dari teknologi nano emulsi dan polarisasi adalah Bionas M30, terdiri atas 70% bahan bakar minyak dan 30% bahan bakar tanaman jarak. M30 diklaim lebih irit, ramah lingkungan, dan masa pembakaran lebih lama. (snx)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s