Terlalu Nafsu Berat, 200 Ribu Mobil Gagal Diserap Rakyat

Wujud Industri Oto Tercinta

Wujud Industri Oto Tercinta

PABRIKAN MOBIL EGOIS TEKAN INVESTOR

Jakarta, autokritik — Jepang sudah terlanjur nafsu berat kepada pasar mobil RI yang terus merekah dari tahun ke tahun. Ekspansi pun dieksekusi oleh prinsipal mobil Negeri Sakura, seperti Honda, Toyota, Daihatsu, Nissan, dan Suzuki.

Riset CLSA, broker saham asing, menyebutkan, kapasitas terpasang industri mobil naik 50% menjadi 1,5 juta unit per tahun pada 2014 dari 2012 sebesar 750 ribu unit. Ini dilakukan untuk mengeruk keuntungan dari pertumbuhan pasar yang dinamis.

Sayang, di tengah ekspansi masif itu, penyerapan pasar di bawah estimasi. Penyebabnya adalah kejatuhan harga komoditas yang memukul daya beli masyarakat di luar Jawa sekaligus menggerus pertumbuhan ekonomi. Keadaan ini membuat produksi dan penyerapan mobil timpang.

Chief Operation Officer (COO) PT Astra International Tbk-Daihatsu Sales Operation (DSO), dealer utama Daihatsu di Indonesia, Toto Suryana Wijaya menuturkan, Tahun lalu, penjualan mobil secara wholesales (pengiriman mobil dari pabrik ke diler) mencapai 1,2 juta unit, sedangkan ritel, yang dihitung berdasarkan registrasi kendaraan di Polri, sekitar 10-15% di bawah wholesales atau sekitar 1 juta unit. Itu artinya, sekitar 200 ribu unit mobil produksi 2013 gagal terserap pasar.

Tren ini terus berlanjut memasuki 2014 atau Tahun Kuda. Januari lalu, penjualan ritel mencapai 90 ribu unit pada Januari 2014, lebih rendah dibanding rata-rata tahun lalu sebesar 95 ribu unit. Angka itu juga jauh di bawah wholesales sebesar 103,494 unit, naik 6% dibanding bulan sama 2012 dan 7% dari bulan sebelumnya. Besarnya selisih wholesales dan ritel menunjukkan permintaan mobil melambat.

Toto Suryana menilai, penjualan ritel jeblok, seiring tidak kondusifnya kondisi makroekonomi. Ini terlihat pada tingginya inflasi, suku bunga, dan pelemahan rupiah terhadap dolar AS. Selain itu, pada Januari lalu terjadi bencana banjir di beberapa kota besar. Ini membuat sebagian masyarakat menunda pembelian mobil,” kata Toto di sela peluncuran Daihatsu New Luxio di Jakarta, Rabu (19/2).

Dia menuturkan, pabrikan mobil terus menggenjot produksi untuk mengejar target. Namun, penyerapan di tingkat ritel rendah. Imbasnya, stok mobil di dealer terus menumpuk dari bulan ke bulan. Hal ini memicu terjadinya perang diskon antarmerek mobil.

Sejalan dengan itu, Toto menegaskan, Daihatsu tidak berani memasang target penjualan ambisius. Tahun ini, penjualan ditargetkan stabil dari tahun lalu sebanyak 185 ribu unit. Sementara itu, Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) memperkirakan penjualan mobil tahun ini stabil. Kami tidak ingin jor-joran seperti merek lain. Kami lebih memilih strategi defensif,” kata Toto. (snx)

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s