Aturan Mobil Murah Tidak Jelas, Penerapan Bisa Molor

Gambar

Jakarta, autokritik — Pabrikan mobil asing yang beroperasi di RI senang, karena aturan mobil murah ramah lingkungan (LCGC) telah diteken SBY. Namun, penerapan PP 41/2013 itu diperkirakan masih lama, karena membutuhkan beberapa peraturan teknis.

“Peraturan teknis menyangkut kandungan lokal dan syarat perakitan akan membuat penerapan LCGC molor. Penerapan LCGC sampai saat ini belum jelas,” tulis Macquarie, bank investasi terbesar yang berbasis di Australia, dalam laporan risetnya, belum lama ini.

Macquarie menilai, penjualan LCGC juga diperkirakan tidak terlalu kencang. Sebab, bisa saja juklak dan juknis LCGC yang sedang disusun Kemenperin mengharuskan mobil menenggak Pertamax alias bensin nonsubsidi.

Sejauh ini, Grup Astra adalah produsen mobil yang paling siap menjual LCGC, melalui Toyota Agya dan Daihatsu Ayla. Dua produk itu merupakan kolaborasi dengan kongsi dagang setia Astra, Toyota Motor Corp (TMC), penguasa otomotif Indonesia.

“Saham Astra memang reli begitu PP LCGC diteken. Tapi, reli itu tidak akan berlanjut, karena LCGC belum sepenuhnya jelas,” tulis Macquarie.

Honda, Suzuki, Nissan, GM, Hyundai, dan Tata kabarnya siap masuk program LCGC.

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s